Perkuat Peran, Sumatera Utara Jadi Salah Satu Tulang Punggung Ekspor Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Provinsi Sumatera Utara telah menjadi salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang mencatatkan nilai ekspor terbesar. Sumatera Utara berada di belakang Kepulauan Riau dan Riau mencatatkan ekspor sebesar US$ 10,24 miliar.
Melihat pentingnya peran Sumatera Utara dalam perekonomian nasional tersebut, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) terus mendukung dan meningkatkan potensi ekspor provinsi ini.
Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Kementerian Keuangan, Heri Setiawan mengatakan, untuk mendorong ekspor Sumatera Utara, pemerintah memberikan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Heri meminta LPEI untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan dan/atau asuransi kepada kegiatan ekspor yang secara komersial sulit untuk dilaksanakan, tetapi dianggap perlu untuk menunjang kebijakan ekspor nasional.
“Melalui PKE, LPEI sebagai perpanjangan tangan Kementerian Keuangan membantu pelaku usaha mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi, khususnya eksportir Sumatera Utara,” kata Heri dalam keterangan resminya, Senin (29/7/2024).
Baca Juga
DPR Putuskan PMN untuk LPEI Rp 5 Triliun, Separuh dari Usulan Kemenkau
Heri mengatakan para eksportir dapat memanfaatkan berbagai Program Penugasan Khusus Ekspor sesuai dengan profil atau karakteristik ekspor yang ada, antara lain PKE UKM yang dirancang untuk UKM berorientasi ekspor dan PKE Kawasan untuk eksportir yang ingin menembus pasar ekspor ke tujuan negara nontradisional.
“PKE Trade Finance dengan skema transaksi trade, serta PKE Farmasi dan Alat Kesehatan bagi eksportir yang bergerak di industri kesehatan,” kata dia.
Sementara itu, Chief of Region LPEI, Anton Herdiyanto menjelaskan LPEI proaktif untuk memberikan solusi dan dukungan penuh kepada eksportir Sumatera Utara. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para pelaku usaha ekspor, serta menciptakan kepercayaan dari negara lain.
Dia menyebut saat ini Sumatera Utara memiliki 737 eksportir yang terdiri dari 555 eksportir dengan nilai ekspor di bawah Rp 50 miliar, 137 eksportir dengan nilai ekspor Rp 50-500 miliar, dan 45 eksportir dengan nilai ekspor di atas Rp 500 miliar.
“Pada level nasional, nilai ekspor Sumatera Utara masuk ke dalam 10 provinsi terbesar dengan jumlah eksportir terbesar ke-7 di Indonesia. Angka kontribusi yang signifikan ini tentulah hasil kolaborasi yang solid antara Kementerian, Lembaga, pelaku usaha serta seluruh elemen ekosistem ekspor Sumatera Utara,” kata Anton.
Baca Juga
Tingkatkan Kesejahteraan, LPEI Lansir Desa Devisa Gula Aren di Maros
Market Intelligence & Leads Management Chief Specialist LPEI Rini Satriani, menjelaskan bahwa sekitar 80% ekspor Sumatera Utara tersebar oleh produk lemak dan minyak hewani/nabati, produk kimia, ampas dan sisa industri makanan, karet & barang dari karet, dan sabun & bahan pembersih. Dia mengatakan produk-produk Sumatera Utara telah menjangkau hingga 182 negara, dengan lima negara tujuan utama yaitu China, Singapura, Amerika Serikat, Malaysia, dan India.
Rini menjelaskan peningkatan jumlah buyer produk ekspor Sumatera Utara sejak 2022, dengan 32,29% diantaranya merupakan buyer loyal. Rini menganalisis bahwa pertumbuhan ekspor Sumatera Utara akan tetap stabil hingga tahun 2025. Sejumlah produk unggulan asal Sumatera Utara memiliki peluang nilai ekspor di dunia yang tinggi. Seperti kopi, teh, dan rempah dengan nilai mencapai Rp 14,09 triliun, buah-buahan mencapai Rp 8,9 triliun, produk plastik dan barang dari plastik senilai Rp 58,46 triliun. Serta minyak atsiri, wewangian dan kosmetik sebesar Rp 22,12 triliun, produk olahan dari daging, ikan, krustasea dan moluska sebesar Rp 15,69 triliun serta produk kayu sebesar Rp 39,5 triliun.
Di sesi terpisah, LPEI juga memperkenalkan marketplace bernama Komodoin kepada para pelaku usaha berorientasi ekspor Sumatera Utara. Komodoin yang akan meluncur dalam beberapa waktu mendatang akan membantu dan memudahkan pelaku usaha berorientasi ekspor dengan menyediakan informasi berbasis riset data dan membantu eksportir dalam menjangkau buyer baru di pasar dunia agar produk Indonesia berani mendunia.
Dari sisi PDB, Sumatera Utara merupakan kontributor PDB Indonesia di peringkat 5. Sumatera Utara memberikan kontribusi PDB sebesar 5,12% pada tahun 2023. Data tersebut menunjukkan bahwa Sumatera Utara memiliki peran yang signifikan dalam perekonomian nasional, baik dari sisi ekspor maupun kontribusi terhadap PDB.

