Punya Potensi 28,9 GW, PLTA Jadi Salah Satu Tulang Punggung Transisi Energi Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero) Suroso Isnandar menyebutkan, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) atau hidro menjadi salah satu tulang punggung dalam rencana transisi energi nasional.
Dia mengungkapkan, dari rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 71,2 gigawatt (GW) hingga 2034, sekitar 59% akan berasal dari energi terbarukan. Dari porsi energi terbarukan tersebut, sekitar 28% berasal dari tenaga hidro.
Baca Juga
PLN Jalin Kolaborasi Global Kembangkan Energi Hidro di Tanah Air
“Target ini menjadi blueprint masa depan kami untuk mewujudkan ekosistem energi bersih di Indonesia yang mendorong pertumbuhan ekonomi, daya saing, dan kemakmuran. Yang terpenting adalah menciptakan lingkungan yang lebih baik dan bersih di masa depan,” kata Suroso, dikutip Sabtu (19/4/2025).
Suroso memaparkan, potensi tenaga hidro yang telah teridentifikasi di Indonesia mencapai 28,9 GW. Sebagian besar berada di Kalimantan dengan lebih dari 13 GW, Sumatera lebih dari 7 GW, dan Sulawesi lebih dari 5 GW.
Baca Juga
Sebagai upaya akselerasi energi hijau di sektor tenaga hidro, PLN tengah berkolaborasi dalam menjalankan proyek strategis seperti Mentarang Induk 1,3 GW dan Kayan Cascade 9 GW di Kalimantan Utara.
Sementara itu di Pulau Jawa, PLN tengah membangun Upper Cisokan Pumped Storage, pembangkit pumped storage pertama di Indonesia dengan kapasitas 1.040 megawatt (MW). Proyek ini didukung oleh World Bank dan diharapkan dapat meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali.

