Harga Vanili di Prancis Naik 10% Bikin Ekspor dari Indonesia Terkerek 0,41%
JAKARTA, Investortrust.id - Peningkatan harga vanili di Prancis sebesar 10% membuat volume ekspor vanili Indonesia meningkat 0,41%. Kenaikan ini terjadi jika sejumlah faktor pendukung lainnya tetap atau tidak berubah (ceteris paribus). Kenaikan harga ekspor vanili dari negara pesaing, seperti Prancis, membuat negara-negara pengimpor cenderung memilih ekspor dari negara lain, termasuk Indonesia.
"Ini menciptakan peluang signifikan bagi Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasarnya,” kata Kepala Divisi Riset dan Pengembangan LPEI, Rini Satriani dalam pernyataan yang diterima Senin (16/10/2023).
Baca Juga
YDBA Kembangkan Komoditas Mete, Vanili dan Kepiting di Manggarai Barat, NTT
Disampaikan Rini, kekhawatiran bakal terbatasnya pasokan vanili global akibat iklim dan praktik pertanian yang buruk di Madagaskar juga menjadi peluang bagi vanili Indonesia.
Pada tahun 2022, lima negara tujuan utama ekspor vanili asal Indonesia adalah Amerika Serikat dengan kontribusi ekspor sebesar 64,93%, diikuti Jerman sebesar 8,62%, Belanda sebesar 7,53%, lalu Singapura dan Kanada masing-masing sebesar 2,63% dan 2,50%.
Permintaan vanili juga terus meningkat signifikan dari negara- negara seperti Prancis, Amerika Serikat, Belgia, Inggris, dan Mauritius.
Saat ini ekspor vanili Indonesia dipengaruhi oleh beberapa variabel seperti harga vanili Prancis sebagai negara pesaing utama, PDB per kapita Indonesia, PDB per kapita negara tujuan ekspor, jarak ekonomi dan nilai tukar.
Selain itu, faktor jarak juga berdampak pada permintaan vanili di ASEAN. Negara- negara ASEAN, seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia, lebih memilih ekspor vanili dari Indonesia dibandingkan dengan negara pesaing seperti Madagaskar, Prancis, dan Jerman.
Meskipun punya potensi ekspor besar, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi oleh produsen dan eksportir vanili Indonesia seperti pasokan yang tidak stabil akibat cuaca dan iklim yang fluktuatif.
“Untuk itu, LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu menjadi mitra strategis dalam ekosistem ekspor yang fokus pada beyond financing, developmental impact, dan sustainability,” kata Rini.
“Upaya pengembangan komoditi vanili tidak hanya terbatas pada dukungan pembiayaan, tetapi juga harus memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas produk, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, Sofyan Irianto Naibaho, pun berharap upaya ini dapat membantu petani vanili meningkatkan kualitas produksi dan membuka peluang ekspor yang lebih luas di masa depan.

