Menperin Agus: Nilai Tambah Manufaktur RI US$ 255 Miliar, Peringkat ke-12 Dunia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan nilai tambah manufaktur atau value added manufacturing Indonesia pada 2023 mencapai US$ 255 miliar. Angka tersebut didapat berdasarkan data yang dirilis oleh World Bank.
Nilai tambah manufaktur tersebut ini mengantarkan Indonesia menempati posisi ke-12. Dalam data yang dipaparkan World Bank, posisi Indonesia hanya berada di Bawah Amerika Serikat, Jepang, India, Jerman, Korea Selatan, Meksiko, Italia, Perancis, Brazil, dan Inggris.
Baca Juga
Menperin Agus dan Mendag Zulhas Akan Usulkan Pengalihan Jalur Masuk Barang Impor ke Presiden Jokowi
Hal tersebut disampaikan Menperin Agus saat memberikan sambutan pada acara Pameran dan Seminar Jasa Industri yang digelar di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan.
"Posisi Indonesia ini jauh di atas Thailand (Peringkat 22 dengan nilai US$ 128 miliar) dan Vietnam (Peringkat 24 dengan nilai US$ 102 miliar)," ucap Menperin Agus, Selasa (23/7/2024).
Data tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa struktur manufaktur yang dimiliki Indonesia lebih dalam dan tersebar merata, sehingga memiliki nilai tambah lebih besar dibandingkan Thailand dan Vietnam dengan nilai hanya setengah dari Indonesia.
Baca Juga
Kemenperin Bongkar Penyebab Industri Keramik RI KianTerpuruk
Selain itu, Menperin Agus, memaparkan nilai tambah manufaktur Indonesia pada 2023 tersebut juga mengalami peningkatan sebesar 36,4% atau US$ 68 miliar, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 187 miliar.
"Hal ini menaikkan peringkat Indonesia dari peringkat ke-14 dunia di tahun 2022 menjadi peringkat ke-12 pada tahun 2023," terang Menperin Agus.

