Menperin Agus Ajak Perusahaan Turkiye Tambah Investasi Manufaktur di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta pengusaha asal Turkiye untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Sejumlah perusahaan tersebut bergerak di bidang industri ban, tekstil, elektronik, hingga pengolahan hasil laut.
Dalam rangkaian kunjungannya ke Antara dan Istanbul- Turkiye, Menperin Agus menyebutkan, peluang investasi di Indonesia dengan berbagai keunggulan dan fasilitas yang ditawarkan menarik perhatian berbagai perusahaan asal Turkiye.
Baca Juga
Kemenperin Ungkap Rahasia Ini untuk Dongkrak Kinerja Industri Keramik Domestik
Berdasarkan data total investasi Turkiye di Indonesia pada kurun waktu 2019 hingga 2023 mencapai US$ 42,758 Juta. Hal ini menjadikan Turkiye pada urutan ke-43 di antara negara-negara yang berinvestasi di Indonesia.
“Kami melihat situasi ini sebagai peluang sangat besar bagi perusahaan-perusahaan asal Turkiye untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Karena, dalam kunjungan ini, kami mendorong perusahaan-perusahaan Turkiye untuk memperluas bisnisnya,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima investortrust.id, Senin (10/6/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Menperin bertemu dengan President of Consumer Durables Arcelik Fatih Kemal Ebiçlioğlu. Arcelik merupakan perusahaan alat rumah tangga asal Turki yang merupakan terbesar kedua dunia.
Baca Juga
Industri Semen RI Kelebihaan Kapasitas, Kemenperin Minta Jangan Ada Pabrik Baru
Di Indonesia, perusahaan tersebut bermitra dengan Hitachi untuk memproduksi mesin cuci di pabrik yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Arcelik berencana pengembangan kapasitas produksinya di Indonesia dengan mendirikan pabrik baru untuk produk pendingin udara dan lemari es di Semarang.
Sementara itu, Agus juga bertemu dengan CEO Kordsa,Mr. İbrahim Özgür Yıldırım. Pertemuan itu membahas peluang kerja sama dalam produk ban dan industri tekstil, mengingat investasi Kordsa di Indonesia mencapai USD21 juta.
“Kebijakan industri di Indonesia berfokus pada peningkatan nilai tambah dan pengintegrasian sektor industri Indonesia dalam rantai pasok global. Hal ini juga ditujukan untuk melindungi investasi asing di Indonesia, khususnya di sektor manufaktur,” terang Agus.

