Menperin Agus: Produsen Gas Industri Berperan Vital Dukung Sektor Manufaktur
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan produsen gas industri merupakan salah satu sektor pendukung vital bagi perkembangan industri manufaktur.
Berdasarkan data, kapasitas produksi gas industri nasional saat ini mencapai 2,5 juta ton per tahun. Angka tersebut mencukupi untuk menyupali kebutuhan dalam negeri.
Menperin mengemukakan, kebutuhan gas industri meliputi gas oksigen sebesar 587 ribu ton per tahun, antara lain untuk memasok ke rumah sakit, bengkel, industri kecil, akuakultur, produksi baja dan stainless steel.
Baca Juga
Sementara itu, gas nitrogen sebesar 673 ribu ton per tahun digunakan untuk industri kecil, rumah sakit, pendinginan, produksi stainless steel dan gas inert, pengeboran minyak dan enhanced oil recovery.
“Ada pula kebutuhan gas karbon dioksida sebesar 84 ribu ton per tahun yang digunakan sebagai pendingin, industri kecil, rumah sakit, karbonasi, pengeboran migas, dan gas mulia. Kemudian, kebutuhan gas-gas lain sebesar 106 ribu ton per tahun," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/5/2024).
Oleh karena itu, dia mengatakan, kapasitas produksi saat ini mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sedangkan kebutuhan gas industry, seperti oksigen akan semakin meningkat pesat. Hal ini didukung tumbuhnya aktivitas hilirisasi industri berbasis mineral, baik logam maupun non-logam dan pembukaan kawasan industri baru.
Baca Juga
Kebutuhan gas oksigen itu di antaranya ke industri smelter, industri baja dan stainless steel, industri mineral baik logam maupun non-logam, serta industri lainnya. Sehingga, Menperin juga mengapresiasi Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) yang telah mendukung program pemerintah dalam penanganan kebutuhan oksigen pada masa pandemi Covid-19.
Pada masa pandemi Covid-19, menurut Menperin, menjadi pembelajaran untuk semua pihak. Hal ini termasuk dalam upaya untuk membangun sektor manufatur, diperlukan sebuah infrastruktur yang kuat.
“Terlebih saat terjadi pandemi COVID-19 lalu, industri gas Indonesia memegang peranan yang sangat penting, tentunya sebagai penyuplai gas oksigen yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat saat itu,” terang Agus.

