Apersi Bicara Dampak Penjualan Rumah jika Bunga KPR Naik
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah bank dikabarkan tengah bersiap untuk menaikkan bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), seiring dengan bunga acuan BI rate yang bertahan di posisi 6,25% sejak April 2024.
Menanggapi hal ini, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menilai saat ini perbankan sebetulnya sedang berlomba dengan bunga kompetitif masih satu digit.
“Dalam situasi sekarang, konsumen melihat masih dalam hal yang wajar memang daya beli sedang anjlok di tengah ekonomi global yang tidak baik,” kata Wakil Ketua Umum Apersi, Mohamad Solikin, saat dihubungi Investortrust, Jumat (19/7/2024).
Baca Juga
Kemenkeu Pastikan Iuran Tapera untuk Atasi Backlog Perumahan
Di sisi lain, Solikin menyebut backlog perumahan masih akan tetap tinggi untuk rumah kelas menengah sampai rumah subsidi. Karena menurutnya, masyarakat saat ini lebih mementingkan kebutuhan sekolah dan pangan.
“Tentu secara otomatis akan ada perlambatan sampai pemerintahan baru dilantik,” tutur dia.
Sementara itu, terkait dengan proyeksi permintaan properti tahun 2024 ini, ia memandang bahwa untuk rumah tapak tetap tumbuh. Namun, untuk apartemen disebutnya bakal oversupply.

