Biaya Kargo Meningkat Imbas Konflik Laut Merah, Ketum INSA: Semoga Tidak Seperti saat Pandemi
JAKARTA, investortrust.id – Serangan yang digencarkan oleh militan Houthi terhadap kapal-kapal pro-Israel yang melintas di Laut Merah dan terusan Suez masih terus berlanjut. Kondisi memicu kenaikan biaya logistik akibat pengiriman kargo harus menghindari daerah konflik.
Ketua Umum Indonesian National Shipowners' Association (INSA), Carmelita Hartoto mengharapkan ketegangan di Laut Merah dapat mereda agar biaya angkutan peti kemas (freight rate) tidak melonjak lebih tinggi lagi.
“Sampai saat ini, kami masih melihat perkembangan seperti apa terkait kondisi kelancaran logistik global ke depan. Semoga tidak memicu krisis seperti saat pandemi, yang menyebabkan global congestion,” kata Carmelita saat dihubungi investortrust.id, Selasa (16/7/2024).
Baca Juga
INSA Sebut Biaya Kargo Naik hingga 63%, Ternyata Ini Penyebabnya
Berdasarkan informasi yang diterima investortrust.id, INSA mencatat kenaikan harga kargo atau peti kemas (freight rate) secara global hingga 63%.
“Ketegangan di Laut Merah telah mengganggu kelancaran kegiatan logistik dunia. Ini memang membuat (biaya) freight naik berkisar 56%-63%. Ada kemungkinan kenaikan masih akan terjadi jika konflik geopolitik dan ketegangan laut merah belum mereda,” ungkap Carmelita saat dihubungi investortrust.id, Senin (15/7/2024) kemarin.
Dia menambahkan, kelancaran logistik global pasti berdampak pada kinerja ekspor dan impor Indonesia. Namun, kata Carmelita, persoalan angkutan kargo ini kembali lagi pada negara mana saja yang dibidik oleh Indonesia.
Baca Juga
Biaya Logistik Indonesia Masih Mahal, Ini Kata Bos Logisticsplus International (LOPI)
“Misalnya pada impor bahan baku makanan dari Eropa merasakan dampak, baik dari waktu yang terlambat maupun harga naik. Begitu juga pada bahan baku pupuk yang terdampak karena ketegangan di Laut Merah,” ujar Carmelita.
“Namun untuk impor alat elektronik yang rantai pasoknya dari Asia tidak terpengaruh. Begitu juga ekspor kita yang mayoritas adalah ke China, tentunya tidak terganggu,” sambungnya.

