Dikelola BPDPKS, Asosiasi Optimistis Dapat Kembalikan Kejayaan Kakao
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) mendukung kebijakan pemerintah yang melimpahkan pengelolaan dana kakao ke Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Hal ini dinilai dapat meningkatkan produktivitas kakao Indonesia.
Ketua Umum Askindo Arief Susanto menyebutkan, langkah pemerintah tersebut sudah tepat dan diharapkan dapat mengembalikan kejayaan kakao dan menjadi solusi atas persaingan usaha yang dihadapi oleh komoditas ini.
“Untuk mendorong upaya mengembalikan kejayaan kakao Indonesia yang mengalami tantangan yang luar biasa dalam hal ketersediaan biji kakao dalam negeri serta persaingan perdagangan dengan produsen atau industri olahan kakao dari negara lain,” ucapnya di Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga
Menperin Sebut Pengelolaan Kakao dan Kelapa Dilimpahkan ke BPDPKS, Ini Tujuannya
Askindo berharap, upaya peningkatan produktivitas kakao Indonesia akan semakin mendorong daya saing kakao Indonesia, baik dari sisi ketersediaan bahan baku, dan hilirisasi produk olahan kakao di tingkat global dalam perdagangan internasional.
Selain itu, Arief juga mengharapkan kebijakan ini dapat peningkatan produktivitas kakao akan dapat menjamin ketersediaan bahan baku domestik bagi industri.
“Dan yang paling penting akan memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk peningkatan pendapatan keluarga pekebun kakao Indonesia, di mana 99 persen kakao Indonesia dibudidayakan oleh pekebun rakyat (smallholder),” ungkap Arief.
Baca Juga
Dana Rp 50 Triliun Lebih, Pemerintah Tambah Tugas BPDPKS Urus Kelapa dan Kakao
“Guna menjawab kebutuhan bahan tanam berkualitas yang tersedia dekat dengan sentra-sentra produksi pekebun kakao, ketersediaan dan kemudahan akses pupuk bersubsidi, serta tenaga penyuluh lapangan yang mumpuni di sentra-sentra produksi kakao,” tandasnya.
Sebelumnya, tugas tambahan BPDPKS tersebut diputuskan merupakan hasil dari Rapat Internal (Rapin) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (10/07/2024).

