Soal Penundaan Lelang Frekuensi 700 MHz dan 26 GHz, Begini Tanggapan Indosat (ISAT)
JAKARTA, investortrust.id - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison buka suara terkait dengan keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menunda pelaksanaan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 26 GHz.
SVP Head of Corporate Communications IOH Steve Saerang mengatakan pihaknya menghormati keputusan tersebut. IOH juga akan mematuhi arahan yang diberikan oleh Kemenkominfo terkait pelaksanaan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 26 GHz.
“Kami menekankan pentingnya proses lelang yang transparan, adil, dan efisien dalam mendukung keberlanjutan pertumbuhan bisnis industri seluler di Indonesia,” katanya kepada Investortrust pada Selasa (9/7/2024).
Steve tidak memberikan tanggapannya terkait pernyataan Kemenkominfo yang menyebut penundaan pelaksanaan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 26 MHz. Dia hanya menyebut IOH akan memaksimalkan pemanfaatan spektrum frekuensi yang dimiliki untuk menghadirkan layanan terbaiknya ke pelanggan.
Baca Juga
Insentif Belum Jelas Jadi Alasan Pemerintah Tunda Lelang Frekuensi 700 MHz dan 26 GHz
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung Pemerintah dalam mempercepat pemerataan akses digitalisasi di Indonesia dan menyediakan layanan telekomunikasi kelas dunia, khususnya di kota sekunder di luar metropolitan,” ujarnya.
Sebagai catatan, saat ini IOH menguasai 67x2 MHz di 2,1 GHz dan 1,8 GHz yang digunakan untuk jaringan 2G, 4G, dan 5G.
Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo Ismail mengatakan lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz mundur dari rencana sebelumnya pada Juni-Juli 2024.
“Itu para operator (seluler) mengajukan minta mundur. Mereka minta jangan cepat-cepat (dari) surat yang kami terima. Pak Menteri belum memutuskan waktunya,” katanya ketika ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2024).
Baca Juga
Bukan Gegara PDNS 2, Ternyata Ini Penyebab Lelang Frekuensi 700 MHz dan 26 GHz Diundur
Ismail menyebut pihaknya mengupayakan agar lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz tetap digelar tahun ini. Dia juga memastikan bahwa lelang tersebut tidak akan terpengaruh oleh pergantian pemerintahan pada Oktober 2024 mendatang.
“Kita usahkan tahun ini. Enggak ada urusan dengan pemerintahan, ini teknis,” tegasnya.

