Telan Biaya Rp 3,3 Triliun, Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo-Elelim Segera Dibangun
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menandatangani Perjanjian Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena Segmen Mamberamo-Elelim di Provinsi Papua Pegunungan. Proyek ini diperkirakan menelan dana Rp3,3 triliun.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan jalan ini telah lama dicita-citakan sejak era pemerintahan Presiden Soeharto untuk menghubungkan Jayapura-Wamena, terutama untuk logistik. Sehingga dapat mengurangi tingkat kemahalan barang dan jasa.
Baca Juga
Soal Relokasi Lahan 2.086 Ha di IKN, PUPR: Sosialisasi Masih Berlanjut
“Saya yakin dengan KPBU, jalan ini akan terwujud sehingga, tingkat kemahalan barang dan jasa di Wamena dapat diturunkan dan kesejahteraan di Papua dan Papua Pegunungan dapat segera terwujud,” kata Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima investortrust.id, Rabu (3/7/2024).
Perjanjian KPBU ditandatangani oleh Direktur Jenderal Bina Marga Rachman Arief Dienaputra dan Direktur Utama PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP). Sementara, perjanjian penjaminan oleh Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dan Direktur Utama PT HMTP, serta perjanjian regres oleh Menteri PUPR dan Direktur Utama PT PII.
Adapun bentuk kerjasama proyek KPBU ini adalah Design-Build-Finance-Operate-Maintenance-Transfer dengan masa kerjasama selama 15 tahun (2 tahun masa konstruksi dan 13 tahun masa layanan) dengan pengembalian investasi melalui skema Availability Payment (AP). “Dengan nilai investasi sebesar Rp3,3 triliun, proyek ini memperoleh penjaminan pemerintah dari PT PII,” papar Basuki.
Baca Juga
PUPR Gelontorkan Rp 104,5 Miliar untuk Pelebaran Ruas Jalan di Mempawah
Segmen Mamberamo-Elelim sendiri merupakan segmen ketiga dari Ruas Jayapura-Wamena yang berlokasi di Kabupaten Yalimo Provinsi Papua Pegunungan dan membentang sepanjang 50,14 kilometer (km) dari KM 366+90 hingga KM 416+830.
Lingkup pembangunannya, menurut Basuki, meliputi pembangunan jembatan, 1 unit pelaksana penimbangan bermotor, penanganan lereng dan tebing, serta operation and management (O&M) selama masa layanan.

