Kemenhub Sebut Tak Terdampak Serangan Siber ke Pusat Data Nasional
JAKARTA, investortrust.id – Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Capt. Sigit Hani Hadiyanto menjelaskan, pusat data seluruh layanan Kemenhub berada di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Dia meyakini Kementerian Perhubungan tidak terdampak serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang mengakibatkan lumpuhnya layanan publik 282 instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah.
“Kami sentralnya kan di Pusdatin, dan sejauh ini memang tidak teridentifikasi ada yang kemudian mengganggu pelayanan di Kementerian Perhubungan,” kata Sigit di saat ditemui di acara Indonesia Aero Summit 2024 di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta, Selasa (2/7/2024).
Meski demikian, Sigit menambahkan, pihaknya juga melakukan sejumlah mitigasi untuk mencegah hal terburuk. Salah satunya adalah analisis forensik ke sejumlah sumber data untuk memastikan tidak ada kebocoran terkait dengan data secara nasional.
“Kami lihat memang sudah ada pernyataan dari staf khusus bidang humas, bahwa memang tidak ada dampak dari kejadian kemarin itu terhadap data atau informasi yang ada di Kementerian Perhubungan,” terang dia.
Baca Juga
Pusat Data Nasional Kena Serangan Ransomware Gegara Password Mudah Dibobol, Ini Kata Pengamat IT
Di sisi lain, dia juga memastikan Kemenhub tetap waspada terhadap besarnya dampak yang dialami berbagai Kementerian dan Lembaga (K/L) akibat serangan ransomware ke PDNS itu.
“Walaupun kemarin kami tetap menyampaikan bahwa menyadari hal itu, Kemenhub mengambil langkah-langkah antisipatif,” ujar Sigit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun investortrust.id, serangan Brain Cipher Ransomware terhadap PDNS 2 diawali pada Senin (17/6/2024) pukul 23.15 WIB ketika sistem keamanan Windows Defender dinonaktifkan oleh oknum yang melakukan serangan tersebut.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, data Ditjen Hubud yang diperdagangkan di ‘dark web’ adalah data tahun lawas dan tidak akan berpengaruh dengan kinerja kementerian tahun ini maupun ke depannya.
Baca Juga
Layanan Keimigrasian 100% Pulih Pascaserangan Siber ke Pusat Data Nasional
“Setelah dilakukan pengecekan ini data dan kejadian lama tahun 2022, tidak ada kaitannya dengan kondisi saat ini,” kata Adita saat dihubungi investortrust.id, Jumat (28/6/2024) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun investortrust.id, akun X (Twitter) @FalconFeedsio menuliskan, data milik Ditjen Hubud Kemenhub bocor dan diunggah di situs BreachForums. Data yang bocor itu diketahui berukuran 3 gigabytes (GB) dan memuat informasi sensitif.
“Seorang anggota BreachForums telah memosting pelanggaran data signifikan yang melibatkan Ditjen Hubud Kemenhub. Database yang bocor berukuran lebih dari 3GB itu berisi data pegawai, password seluruh pengguna aplikasi dan website, foto KTP pegawai, sertifikat peserta pilot drone, dan data penerbangan terkait pesawat,” tulis akun X @FalconFeedsio.
Sebagai catatan, ransomware merupakan malware yang mengancam korban dengan menghancurkan atau memblokir akses ke data atau sistem penting hingga tebusan sejumlah uang. Pemerintah diminta membayar tebusan sebesar US$ 8 juta atau Rp 131,1 miliar (kurs Rp 16.396/US$) untuk bisa mendapatkan kembali akses data yang tersimpan di PDNS 2.

