Pemerintah Genjot Kunjungan Wisman di Tengah Pelemahan Rupiah
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno mengungkapkan, pemerintah akan menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
Sandi menyebut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan mendukung sektor pariwisata dengan membuka lebih banyak konektivitas wisman di beberapa hub negara-negara luar.
“Tadi Pak Menhub menyampaikan beberapa terobosan terutama penerbangan baru dari tiga hub utama yang menjadi "low hanging fruit." Itu dari India, Australia, sama ada permintaan dari Rusia, serta meningkatkan hub tambahan penerbangan dari Timur Tengah,” kata Sandiaga dalam virtual meeting “The Weekly Brief with Sandi Uno” (WBSU), Senin (24/6/2024).
Pemerintah turut menyoroti, tiga hub utama di Timur Tengah seperti Dubai, Doha dan Istanbul. “Dan juga dari Asia Utara, Hub utamanya itu adalah Tokyo, Seoul dan Hongkong. Ini yang kita ingin kembangkan ke depan,” terang Sandiaga.
Sebagai informasi, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Senin (24/6/2024), ditutup menguat 56 poin atau 0,34% ke level Rp 16.394.
Baca Juga
Industri Farmasi hingga Manufaktur Dinilai Paling Terdampak Pelemahan Rupiah
Sebelumnya, kurs rupiah bergerak melemah dalam pembukaan perdagangan Jumat (21/6/2024) pagi. Berdasarkan data RTI, rupiah terkoreksi tipis 3 poin atau 0,02% ke Rp 16.428/US$ pada pukul 10.55 WIB, dibandingkan kemarin. Secara year-to-date, rupiah sudah melemah 6,71% terhadap greenback.
Kemenparekraf menargetkan jumlah kunjungan wisman di tahun 2024 sebanyak 10,41 juta hingga 14,3 juta orang. Hal tersebut disampaikan Sandiaga dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR, Rabu (13/3/2024) di Jakarta.
Selain membidik kunjungan 14 juta wisman, Sandi turut mengungkapkan, pihaknya menargetkan sebanyak 1,5 miliar perjalanan bagi wisatawan nusantara (wisnus).
Baca Juga
Harga Tiket Pesawat Melambung Tinggi, Ini yang Dilakukan Menparekraf Sandiaga
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisman di Indonesia pada April 2024 mencapai 1,07 juta, naik 2,41% dibandingkan Maret 2024 atau month-to-month (mtm), dan melonjak 23,23% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
“Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada April 2024 didominasi dari Malaysia sebanyak 15,99%. Sedangkan dari Australia 11,99% dan Tiongkok 8,06%,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti beberapa waktu lalu.
Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga April 2024 meningkat 24,85% dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu Bandara Ngurah Rai-Bali dan Soekarno Hatta Banten, masing-masing meningkat sebesar 28,92% dan 38,31%.
Seiring dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan, Sandiaga mengungkapkan, diperlukan dukungan peningkatan interkonektivitas antar wilayah di Indonesia agar meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Tanah Air.

