Saleh Husin Ungkap Hilirisasi CPO Bisa Tambah Devisa Indonesia Sebesar US$ 7 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Managing Director Sinarmas, Saleh Husin menyampaikan, Indonesia bisa dapatkan tambahan devisa sebesar US$ 7 miliar dengan mengekspor produk hilirisasi minyak sawit atau crude palm oil (CPO).
“Dari simulasi yang kami lakukan, misal katakan di produk hilirnya kita tingkatkan 15%, maka di hulunya itu akan berkurang menjadi 5%. Maka dari simulasi yang kami lakukan itu, tambahan devisa yang kita dapat itu kira-kira sekitar US$7 miliar,” papar Saleh Husin dalam acara Investortrust Focus Group Discussion: Strategi Lanjutan Akselerasi Hilirisasi CPO di Aula Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Baca Juga
Berperan Penting dalam Hilirisasi Sawit, Gapki Harap Program HGBT Dilanjut
Saleh juga mengungkapkan, Belanda mengimpor CPO dari Malaysia hanya sekitar 600.000 hingga 700.000 ton per tahun. Namun, lanjut dia, negara kincir angin itu mengimpor CPO Indonesia sekitar 1 juta ton per tahun.
“Berarti dapat dikatakan bahwa apa yang diekspor Malaysia ke Belanda itu merupakan produk daripada minyak sawit Indonesia. Tentu yang mendapatkan keuntungan kan Belanda dan Malaysia yang memperdagangkan produk (minyak sawit) kita,” ungkap mantan Menteri Perindustrian itu.
Apabila ingin bersaing di pasar internasional, menurut Saleh, Indonesia harus mengurangi ekspor dalam bentuk hulu, yang mana nantinya Indonesia dapat mengendalikan ekspor dan harga CPO.
“Berarti pasar di dalam negeri, bahan baku CPO di dalam negeri pasti akan banjir,” ujar dia.
Baca Juga
Hilirisasi di Industri Kelapa Sawit Ciptakan Pusat Ekonomi Baru di Luar Jawa
Saleh pun menekankan pentingnya proteksi dalam program hilirisasi. Dikatakan, Indonesia harus berani dalam memproteksi hilirisasi industri dalam rangka melindungi pasar domestik maupun industri dalam negeri.
“Tentu kita juga harus memberikan ruang dan waktu kepada industri di dalam negeri kita, agar bisa meningkatkan kualitas produknya dan efisien. Sehingga bisa bersaing di pasar internasional yang kita tahu bahwa sangat-sangat ketat,” kata Saleh.
Para panelis dan peserta berfoto bersama di ujung acara Focus Group Discussion bertema “Hilirisasi Industri Kelapa Sawit” yang digelar oleh Investortrust.id di Aula Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (20/6/2024). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal.

