Raih Gelar Doktor Berkat Disertasi Hilirisasi Sawit, Saleh Husin Jelaskan Tantangan Sektor Ini
JAKARTA, investortrust.id – Mantan menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin yang baru saja menyabet gelar doktor berkat disertasinya tentang hilirisasi sawit, menjelaskan berbagai tantangan industri sawit nasional ke depan.
Menurut Saleh Husin, banyaknya negara yang terlibat dalam perdagangan sawit merupakan tantangan besar bagi industri sawit nasional. Saat ini terdapat 62 negara yang menikmati perdagangan sawit Indonesia.
“Kalau kita tarik untuk produksi di dalam negeri, kenyamanan mereka pasti terganggu. Belum lagi industri minyak nabati lain sebagai kompetitor. Maka dibikinlah berbagai macam negative campaign, termasuk yang selama ini dilakukan Uni Eropa,” kata Saleh, Sabtu (24/02/2024).
Baca Juga
Anindya Bakrie dan Bahlil Lahadalia Terinspirasi Gelar Doktor Saleh Husin
Salen Husin mengemukakan hal itu usai meraih gelar doktor berkat disertasinya tentang hilirisasi sawit. Saleh berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Hilirisasi Industri Sawit untuk Memperkuat Perekonomian Nasional dan Meningkatkan Posisi Tawar Indonesia dalam Perdagangan Dunia”.
Saleh Husin menyabet predikat summa cum laude dengan IPK 3,96. Saleh merupakan doktor ke-11 yang lulus Program Studi Kajian Stratejik Global. Sedangkan untuk SKSG UI, Saleh adalah doktor ke-30.
Saleh Husin mengatakan, tantangan lain yang dihadapi industri sawit nasional adalah penelitian dan pengembangan (research and development/R&D). Selama ini olahan sawit yang dikembangkan perusahaan di Indonesia baru sampai lapisan pertama.
Baca Juga
Saleh Husin: Hilirisasi Mampu Tingkatkan Posisi Tawar Indonesia
“Harusnya kita bisa sampai ke produk jadi, seperti sampo, sabun, deterjen, atau makanan berbahan baku sawit yang diproduksi perusahaan multi internasional, misalnya produk cokelat,” ujar dia.
Saleh optimistis disertasinya bisa menjadi bahan rujukan para pengambil kebijakan. Sebab, saat ini ada kebijakan pemerintah mengenai sawit yang membuat industri ini kurang berkembang.
Baca Juga
Saleh Husin Raih Gelar Doktor dengan Predikat Summa Cum Laude di SKSG UI
“Justru peraturan terlalu banyak dan rumit sehingga perlu disederhanakan, sehingga pelaku usaha tidak terlalu pusing,” kata dia.
Peraturan yang perlu disederhanakan, kata Saleh, di antaranya kebijakan mengenai pungutan ekspor (PE) dan bea keluar (BK) sawit. Sebagai negara pengekspor minyak kelapa sawit terbesar, Indonesia harusnya meniru Negeri Jiran, Malaysia yang menjadi rujukan harga komoditas ini.
“Dia (Malaysia) kalau nggak salah tidak memberlakukan PE dan BK,” tutur dia.

