Saleh Husin: Hilirisasi Sawit Harus Terus Berjalan Meski Hadapi Tantangan Global
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Perindustrian era Kabinet Kerja, Saleh Husin menyebut program hilirisasi harus tetap berjalan di tengah sengketa Indonesia dan Uni Eropa di World Trade Organization (WTO).
“Indonesia tentu harus tetap melakukan hilirisasi industri yang tidak hanya biodiesel tetapi juga produk-produk turunan lainnya,” kata Saleh saat mempertahankan disertasinya di Sekolah Kebijakan dan Stratejik Global (SKDG) Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Sabtu (24/02/2024).
Saleh mengatakan langkah meneruskan hilirisasi perlu dilakukan agar ketika hambatan di dunia internasional terjadi, kebutuhan di dalam negeri tidak terganggu. Dia juga menyebut, saat ini penikmat ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) berada di 62 negara.
Baca Juga
Raih Gelar Doktor Berkat Disertasi Hilirisasi Sawit, Saleh Husin Jelaskan Tantangan Sektor Ini
“Kalau kita melakukan hilirisasi, maka suplai minyak mentah (CPO) ke 62 negara tersebut pasti berkurang. Namanya orang sudah nyaman, kalau diganggu kenyamanannya pasti teriak dengan berbagai alasan,” kata dia.
Untuk itu, kata dia, pemerintah Indonesia perlu melakukan strategi perdagangan ekspor CPO. Dia meminta pemerintah untuk tak terlalu tunduk pada keputusan global.
“Perlu bandel-bandel dikit juga. Kalau kita ngikut terus ya dikendaliin terus, Indonesia dibikin sekedar suplai bahan mentah, mereka yang lakukan hilirisasi di sana,” kata dia.

