Saleh Husin Raih Gelar Doktor dengan Predikat Summa Cum Laude di SKSG UI
JAKARTA, investortrust.id – Mantan Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin meraih gelar doktor di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI).
Saleh berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Hilirisasi Industri Sawit untuk Memperkuat Perekonomian Nasional dan Meningkatkan Posisi Tawar Indonesia dalam Perdagangan Dunia”. Saleh menyabet predikat summa cum laude dengan IPK 3,96.
"Atas disertasinya, penguji mengangkat saudara Saleh Husin menjadi doktor di Kajian Stratejik dan Global dengan yudisium summa cumlaude, IPK 3,96," kata Ketua Sidang Promosi Doktor SKSG UI, Athor Subroto di kampus UI, Depok, Sabtu (24/02/2024).
Baca Juga
Saleh Husin: Hilirisasi Mampu Tingkatkan Posisi Tawar Indonesia
Athor mengungkapkan, Saleh Husin merupakan doktor ke-11 yang lulus Program Studi Kajian Stratejik Global. Sedangkan untuk SKSG UI, Saleh adalah doktor ke-30.
Promotor doktor, Prof Chandra Wijaya sempat bertanya mengenai pencapaian Salen Husin sebagai Menperin dan jabatannya sebagai direktur di perusahaan terbuka.
Menurut Chandra, Saleh awalnya mengambil program studi S3 di UI untuk mengisi waktu ketika pandemi Covid-19 pada 3,5 tahun yang lalu.
"Daripada waktu terbuang percuma, mending buat kuliah, begitu," kata Chandra.
Chandra berharap dengan ilmu yang diperoleh, Saleh Husin dapat memberikan masukan, khususnya kepada para pengambil keputusan dalam hilirisasi sawit nasional.
Chandra memuji semangat Saleh Husin dalam berkuliah. Dia menyebut selama kuliah, Saleh mendapat tambahan teman dari berbagai disiplin ilmu dan profesi.
"Di samping itu, kegiatan kuliah telah memacu Pak Saleh Husin untuk terus belajar dan bertanya kepada berbagai pihak guna mendapatkan data. Paling utama, apakah kebijakan yang diambil Pak Saleh ketika memimpin Kementerian Perindustrian (Kemeperin) sudah betul atau belum," tegas dia, sembil bercanda.
Baca Juga
Saleh menjawab bahwa kebijakannya selama dia memimpin Kemenperin perlu dikembangkan. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak dan kementerian yang sudah membantunya memberi data penelitian.
"Kita tahu bahwa kuliah S3 ini cukup sulit. Tanpa bantauan bapak dan ibu semuanya, mulai dari promotor, co-promotor, pembimbing, para narasumber, teman-teman di kementerian, terutama Kemenperin, yang selalu memberikan data yang saya butuhkan. Begitu pulateman-teman lintas kementerian," papar dia.

