Indonesia Belum Punya Free Trade Agreement dengan AS, Ini Sebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Ketiadaan perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) dengan Amerika Serikat (AS) menjadi alasan mengapa Indonesia tertinggal dari Vietnam dan Thailand dalam shifting ekspor. Indonesia tak dapat menikmati “kue” hasil ekspor ini.
“Pergeseran supply chain memang terjadi. Hanya memang kita karena belum punya FTA, yang diuntungkan masih Vietnam, Thailand, dan beberapa negara lain di ASEAN. Jadi kita siapkan perdagangan dengan AS,” kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/6/2024).
Airlangga mengatakan perdagangan ASEAN ke AS meningkat pada kuartal I-2024. Angkanya melampaui perdagangan China ke negeri Paman Sam itu.
Baca Juga
Yang Diuntungkan Vietnam dan Thailand, Perdagangan ASEAN untuk Pertama Kalinya Terbesar ke AS
Pria yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan salah satu pilar yang menghambat FTA dengan AS yaitu pilar perdagangan atau trade pilars. Dia mengatakan baru 5 dari 10 pilar yang menjadi pembahasan.
“Diharapkan November ini kita melanjutkan perjanjian tapi tentu kita ketahui secara realistis, akan ada pemilu di AS yang tentu ini akan sangat berpengaruh terhadap perundingan terhadap pilar perdagangan,” ujar dia di kantornya, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.
Baca Juga
Bertemu Mendag Turki, Zulhas Buka Peluang Kerja Sama Perdagangan Alutsista
Belum jelasnya posisi FTA ini membuat Airlangga berharap dapat memaksimalkan Indonesia Pacific Economic Framework (IPEF) yang sudah ditandatangani. Dia mengatakan pembahasan selanjutnya yaitu mengenai cirital minerals dari Indonesia ke AS.
“Nah critical minerals itu sudah kita masukkan semacam usulan ke AS dan sedang dibahas di White House. Nah, diharapkan dengan IPEF ini bisa lebih cepat dari trade pilars,” ucap dia.

