Starlink Investasi Hanya Rp 30 Miliar, Ini Kata Anak Buah Luhut
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) angkat bicara terkait nilai investasi Starlink sebesar Rp 30 miliar, yang dianggap terlalu kecil untuk sebuah raksasa teknologi global.
Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto mengatakan, pihaknya melihat masuknya Starlink ke Indonesia tidak hanya dari sisi modal yang ditanamkan. Ada hal yang menurutnya jauh lebih penting dari sekadar nilai invetasi.
"Kita melihat Starlink tentunya bukan hanya dari aspek investasi. Tetapi juga kebermanfaatan bagi masyarakat Indonesia," katanya ketika dihubungi oleh Investortrust pada Kamis, (13/6/2024).
Kebermanfaatan yang dimaksud Seto adalah penggunaan layanan Starlink di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca Juga
Kemenkominfo Minta Operator Lokal Gandeng Starlink, Telkom Apa Kabar?
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diketahui bakal memanfaatkan layanan Starlink untuk menyediakan layanan telemedisin di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang berada di wilayah terpencil.
Kemenkes mencatat sebanyak 10.000 puskesmas yang ada di seluruh Indonesia, sebanyak 2.700 kesulitan mengakses internet karena kendala jaringan. Sementara itu, sekitar 700 puskesmas sama sekali tidak punya akses ke dunia maya.
"Yang paling penting adalah Starlink mematuhi regulasi dan kewajiban kepada pemerintah sama seperti yang lain," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut nilai investasi perusahaan milik Elon Musk itu mencapai Rp 30 miliar. Angka tersebut merupakan angka yang tercantum dalam data Online Single Submission (OSS).
“Investasi Starlink berdasarkan data OSS yang masuk ke kami. Kami kan memberikan data sesuai dengan apa yang disampaikan itu adalah Rp 30 miliar,” katanya ketika ditemui di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat usai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI pada Selasa, (11/6/2024).
Baca Juga
Starlink Banting Harga Perangkat, Sah-Sah Saja Selagi Tak Diatur Pemerintah
Bahlil tak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai investasi Starlink di Indonesia. Dia hanya menyebutkan jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan hanya tiga orang.
“Ini menurut data OSS ya, tenaga kerjanya tiga orang yang terdaftar. Selain dari data yang kami punya, kita tidak bisa berikan penjelasan tambahan,” ujarnya.
Lebih lanjut, mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) itu mengungkapkan bahwa Kementerian Investasi/BKPM tidak dilibatkan langsung dalam urusan investasi Starlink. Oleh karena itu, informasi yang bisa dia sampaikan sangat terbatas.
"Saya juga tidak pernah, tim saya juga tidak pernah untuk melakukan pembahasan teknis terkait dengan Starlink. Saya jujur ini," tuturnya.

