Pertamina Geothermal (PGEO) Optimistis Tingkatkan Kapasitas Pembangkitan Hingga 1 GW Tahun 2026, Ini Upayanya
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pembangkitan Perseroan hingga 1 GW dalam dua tahun ke depan. Untuk merealisasikan visi ini, PGE telah melakukan melalui berbagai inisiatif, terutama dalam eksplorasi dan pengembangan.
Upaya yang dilakukan PGE untuk mencapai kapasitas 1 GW adalah dengan melakukan pengembangan teknologi co-generation yang diproyeksikan akan menambah kapasitas sebesar 230 MW. Inisiatif ini diperkuat dengan penandatanganan Joint Development Agreement (JDA) dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) pada Kamis (30/5/2024).
Inisiatif lainnya adalah pemanfaatan wilayah kerja panas bumi (WKP) Hululais, yang memiliki potensi kapasitas hingga 110 MW. Selain itu, terdapat proyek Lumut Balai Unit 2 yang berpotensi menambah kapasitas hingga 55 MW, yang kemajuannya mencapai 71,72% hingga saat ini.
“Seluruh proyek ini ditargetkan untuk berjalan efektif di tahun ini agar target 1 GW semakin dekat,” tutur Direktur Utama PGE Julfi Hadi dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (7/6/2024).
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Akan Akuisisi Aset Panas Bumi di Kenya dan Turki
Julfi menekankan bahwa PGE memiliki kesempatan yang besar sekaligus kemampuan dalam menjadi bagian penting upaya transisi energi. PGE optimistis akan memainkan peran strategis dalam industri energi hijau.
“Sebagai world leading green energy company, tugas kita adalah tumbuh dengan cepat. Dengan potensi geothermal yang melimpah, kita memiliki kesempatan yang besar dan peran yang penting dalam agenda transisi energi menuju target Net Zero Emission,” kata Julfi Hadi pada Town Hall Meeting PGE, Senin (3/6/2024).
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Edwil Suzandi menggarisbawahi kemampuan PGE menghadapi tantangan masa kini maupun di masa depan. Selain kapasitas panas bumi yang melimpah di Indonesia, PGE juga memiliki catatan operational excellence.
“Dengan kolaborasi dan sinergi dari seluruh keluarga besar PGE, kita akan realisasikan PGE sebagai world center of excellence. Target 1 GW bukanlah sekadar impian, karena PGE adalah perusahaan terdepan," kata Edwil.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Naikkan Rasio Dividen Tahun Buku 2023
Selain berbagai upaya untuk mencapai kapasitas 1 GW, PGE juga aktif membuka peluang untuk ekspansi secara global melalui inisiatif merger dan akuisisi. Saat ini, PGE sedang menelaah potensi panas bumi di beberapa lokasi strategis, seperti Turki dan Kenya yang diharapkan dapat berkontribusi signifikan untuk menjadikan PGE sebagai world leading green energy company.
Lebih lanjut, PGE juga membuat terobosan untuk mendiversifikasi model bisnis dan menciptakan nilai lebih dari teknologi panas bumi melalui sumber pendapatan baru (new revenue stream) yang melampaui ketenagalistrikan. Dengan berbagai inisiatif pengembangan bisnis tersebut, serta sinergi dengan grup PT Pertamina (Persero) dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, PGE meyakini ekspansi bisa dijalankan semakin masif.
“PGE berkomitmen untuk mendorong kinerja Perusahaan agar semakin baik, beragam upaya telah dilakukan, termasuk Joint Development Agreement (JDA) dan ekspansi di dalam maupun luar negeri. Kita harus senantiasa bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjadikan PGE sebagai world leading green energy company, target besar yang pasti bisa kita capai,” tegas Julfi Hadi.

