ICDX Genjot Transaksi Multilateral, Ini Upayanya
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat tentang transaksi multilateral.
Upaya ini dilakukan ICDX dengan menggelar seminar Prediksi dan Taktik Trading 2024 bersama Phillip Futures di Jakarta, pekan ini.
Direktur Utama ICDX, Nursalam mengatakan, transaksi multilateral adalah roh dari perdagangan berjangka komoditi.
“Dan kami sebagai bursa tentunya memiliki tugas untuk melakukan sosialisasi, edukasi serta literasi kepada Masyarakat terhadap manfaat transaksi multilateral,” tambahnya.
Baca Juga
Jawara Broker Sepekan, Ada UBS, Mansek dan Maybank Sekuritas
Seminar bersama PT Phillip Futures ini merupakan bagian dari upaya strategis ICDX untuk terus mensosialisasikan transaksi multilateral, dan tentunya bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait manfaat dari transaksi multilateral.
Nursalam berharap upaya strategis ini akan meningkatkan transaksi di bursa. Terkait pelaksanaannya, ICDX memiliki ICDX Academy yang berperan untuk menjalankan kegiatan edukasi kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Head of ICDX Academy Anang Eko Wicaksono, mengatakan kegiatan edukasi dan literasi ini menjadi program berkelanjutan dari ICDX Academy.
“Dalam pelaksanaannya kami mengajak semua pemangku kepentingan di perdagangan berjangka komoditi, termasuk di antaranya adalah anggota bursa,” imbuhnya.
Baca Juga
Anang meminta forum ini bisa dimanfaatkan pada anggota bursa untuk secara bersama-sama melakukan edukasi kepada masyarakat terkait transaksi multilateral di bursa.
Adapun transaksi multilateral saat ini, yaitu Agricultural (CPO dan Olein), Crude Oil, Currency, serta Gold. Salah satu upaya ICDX yang saat ini tengah berjalan adalah dengan menjalankan produk multilateral GOFX, yang merupakan produk multilateral yang terdiri dari Gold, Crude Oil dan Forex.
Sebagai informasi , transaksi multilateral di ICDX pada periode Januari – Februari 2024 tercatat sebanyak 158.666 lot dengan Notional Value sebesar Rp 18.221 Triliun.
Dalam periode Januari – Februari 2024 tersebut, kontrak Gold mendominasi dengan total transaksi sebanyak 105.401 lot, disusul dengan kontrak Currency dengan transaksi sebanyak 47.352 lot dan kontrak Crude Oil sebanyak 4.450 lot. (CR-5).
