Operator Satelit Asia Pasifik Kumpul di APSAT International Conference Ke-20, Starlink Datang atau Tidak?
JAKARTA, investortrust.id - Asia Pacific Satelite Communication System (APSAT) International Conference ke-20 digelar di Jakarta pada 4-5 Juni 2024. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan operator satelit dari dalam maupun luar negeri. Namun tidak tampak satupun perwakilan Starlink yang hadir.
Padahal, perusahaan milik Elon Musk itu menjadi buah bibir di Indonesia, tak terkecuali peserta APSAT International Conference ke-20. Sebelum pertemuan dimulai, terdengar obrolan ringan antarpeserta yang bertanya-tanya di mana perwakilan Starlink.
Penyelenggara APSAT International Conference ke-20, yakni Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) mengaku sudah mengundang perwakilan Starlink untuk hadir. Bahkan, mereka juga disiapkan sesi khusus untuk berbagi informasi dan pengalaman dengan peserta lainnya.
“Sudah diundang sedianya akan hadir mengisi sesi keenam, tetapi selanjutnya tidak bisa hadir karena ada bentrok dengan agenda mereka yang lain,” kata Ketua Umum ASSI Anggoro Kurnianto Widiawan di sela-sela APSAT International Conference ke-20 pada Senin (4/5/2024) di Fairmont Hotel, Jakarta Pusat.
Baca Juga
Layanan Direct to Cell Starlink Bisa Lebih Murah dari Seluler Konvensional
Anggoro tak menyebut siapa perwakilan Starlink yang diundang ke APSAT International Conference ke-20. Apakah langsung dari Starlink Services LLC di Amerika Serikat (AS) atau entitas bisnisnya di Indonesia, PT Starlink Services Indonesia.
Walaupun demikian, ASSI memaklumi ketidakhadiran Starlink di APSAT International Conference 2024. Sebab, masing-masing operator satelit punya pendekatan yang berbeda terhadap pasarnya.
Manajemen Starlink selama ini cenderung enggan untuk muncul ke publik. Strategi pemasaran yang dilakukan juga terbilang sederhana, hanya mengandalkan situs resminya saja.
“Mereka tidak menekankan pada publisitas. Mereka berusaha membuat produknya itu memasarkan dirinya sendiri. Lihat saja, Tesla juga tidak pernah ada iklan, Starlink sama. Informasi produknya hanya di situs saja dan dari mulut ke mulut,” tutur Anggoro.
Baca Juga
Mengusung tema 'Synergistic Ecosystem in Value Creation', APSAT International Conference ke-20 mendorong adanya sinergi ekosistem industri satelit dengan industri telekomunikasi lainnya. Salah satunya adalah sinergi dengan industri telekomunikasi seluler untuk menghadirkan layanan konvergensi.
Peluang konvergensi antara layanan satelit dan seluler, menurut Anggoro, menjadi peluang yang terbuka untuk dikembangkan bersama-sama. Karena tidak dapat dipungkiri jika masing-masing pelaku industri telekomunikasi memiliki keunikan yang dapat membantu ekosistem satelit untuk terus berkembang.
Misalnya perluasan ekosistem satelit, terutama dengan munculnya layanan non-geostationary orbit (NGSO) membutuhkan sistem darat yang kuat untuk mendukung berbagai aplikasi dan layanan. Seiring dengan diversifikasi layanan, infrastruktur darat dan jaringan harus memenuhi tuntutan yang terus berkembang.
“Persaingan layanan dari waktu ke waktu itu sesungguhnya tidak hanya pada dimensi konektivitas, tetapi juga values yang melekat di dalamnya juga bisa dikembangkan menjadi bisnis yang semakin unik, untuk pasar yang juga punya karakteristik khusus,” kata Anggoro.
Anggoro mengingatkan, masa depan bisnis konektivitas satelit masih menyimpan potensi yang sangat besar. Dia menyontohkan sektor maritim di Indonesia, dimana dengan keberadaan 17.000 pulau dan letak geografis yang unik akan menjadi tantangan tersendiri bagi jaringan terestrial tradisional.
“Dengan demikian, komunikasi satelit akan menjadi solusi penting untuk memastikan konektivitas yang baik di seluruh wilayah maritim terpencil,” ucapnya.

