KKP Pertimbangkan Operator Satelit LEO Selain Starlink untuk Kapal Pengawas
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan pemasangan perangkat Starlink di kapal-kapal pengawas perikanan belum dianggarkan di tahun anggaran 2025.
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Wahyu Sakti Trenggono menyebut pemasangan perangkat Starlink belum tentu dilakukan oleh KKP di kapal-kapal pengawas perikanan. Sebab, KKP masih mempertimbangkan penggunaan layanan internet berbasis satelit orbit rendah atau low earth orbit (LEO) selain Starlink.
"Belum dimasukkan anggarannya di 2025 uji coba bisa ya, tetapi teknologinya belum tentu Starlink. Sama konsepnya pokoknya (satelit) LEO," katanya ketika ditemui di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2024).
Sebagai catatan, Pagu Indikatif KKP 2025 sebesar Rp6,23 triliun bersumber dari rupiah murni sebesar Rp4,36 triliun, pinjaman dan hibah luar negeri sebesar Rp1,39 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp251 miliar, BLU sebesar Rp92 miliar, dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp25,91 miliar.
Baca Juga
Starlink Masuk Indonesia, Operator Minta Pemangkasan Harga Lelang Frekuensi
Lebih lanjut, Trenggono mengungkapkan Kapal Pengawas (KP) Paus 01 yang dipasangi perangkat Starlink berhasil menangkap kapal ikan asing Motor Vessel (MV) Run Zeng 3 di Laut Arafura. Sejauh ini, dia menyebut tidak ada kendala pada perangkat penerima sinyal yang terpasang di kapal tersebut.
"Kita sudah uji coba, kapal pengawas kita beberapa bisa tangkap kapal Run Zeng 3 kita pasangi Starlink. Kita bisa monitor terus dari pusat itu apa yang terjadi di laut," ungkapnya.
Selain di kapal-kapal pengawas perikanan, KKP juga mempertimbangkan pemasangan perangkat Starlink di kapal-kapal nelayan. Pemerintah akan memberikan perangkat yang harganya mencapai Rp43,72 juta itu secara cuma-cuma kepada nelayan di sejumlah daerah untuk memaksimalkan tangkapan ikannya.
"Intinya kita sedang kaji teknologinya jadi untuk tujuan negara bisa memberikan bantuan ke nelayan-nelayan yang kecil itu. Supaya tidak dibebani, perangkatnya kan mahal nanti dia tinggal penggunaannya saja kan lebih murah," ujarnya.
Baca Juga
Direct to Cell Starlink Meluncur, Lansekap Industri Telekomunikasi akan Berubah
Menurut Trenggono kapal nelayan yang layak untuk dipasangi perangkat Starlink ukurannya minimal 10 GT. Saat ini, kebanyakan nelayan di Tanah Air masih menggunakan kapal yang ukurannya kecil.
"Kapal kecil 1GT-2GT nggak mungkin dipasangi Starlink, minimal 10GT lah, bagaimana kita merubah nelayan-nelayan kita tidak menggunakan 1GT tetapi menggunakan 10 GT diubah kita kaji," tuturnya.

