Pemerintah Turunkan Target Lifting Minyak di 2030, Sejumlah Faktor Ini Menjadi Alasan
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menurunkan target lifting minyak pada 2030 dari 1 juta barel minyak per hari (BOPD) menjadi 869.000 BOPD.
Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan, berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), proyeksi lifting minyak di tahun 2030 sekitar 869.000 BOPD.
“Data yang kami yakini sekarang, proyeksi lifting nasional kira-kira berada di angka 869.000 BOPD, tidak sampai 1 juta BOPD untuk minyak tahun 2030,” kata Dadan Kusdiana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Rabu (30/5/2024).
Baca Juga
Menteri ESDM Ragukan Target Lifting Minyak 1 Juta BOPD Tercapai di 2030
Bukan hanya minyak, lifting gas bumi pun disebut Dadan tidak akan mencapai target yang semula sebesar 12 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) di tahun 2030.
“Kemudian untuk gasnya ini proyeksi terbaik berada di 10,44 juta MMSCFD. Sedangkan skenario menengah diproyeksikan sebesar 9,66 juta MMSCFD,” terang Dadan.
Sementara itu, untuk target lifting minyak berdasarkan APBN 2024 adalah 635 ribu BOPD dan lifting gas bumi 1,33 juta MMSCFD. Namun, Dadan memproyeksikan realisasi target tahun ini adalah 596 ribu BOPD untuk lifting minyak dan 995 ribu MMSCFD untuk lifting gas bumi.
Kendati demikian, Dadan menyebut, pemerintah telah mempunyai empat strategi utama untuk meningkatkan lifting migas ini. Pertama, improving existing asset value melalui peningkatan kegiatan pengeboran pengembangan, workover, dan well service, serta mereaktivasi sumur-sumur idle.
Baca Juga
Lifting Minyak 2023 Tak Capai Target, Ternyata Ini Penyebabnya
“Kedua, transformasi dari sumber daya menjadi cadangan, dari cadangan menjadi produksi, melalui proses percepatan POD serta percepatan onstream proyek-proyek hulu migas,” papar Dadan.
Kemudian, pemanfaatan teknologi baru, antara lain melalui EOR dan Waterflood. Serta keempat dengan meningkatkan kegiatan eksplorasi di offshore, serta di laut dalam dan Indonesia bagian Timur.
