ITDP Indonesia Proyeksikan Elektrifikasi Bus Telan Biaya Rp 40 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia telah meluncurkan studi baru mengenai Elektrifikasi Transportasi Publik Perkotaan. Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang memaparkan, implementasi 6.600 bus listrik di 11 kota prioritas diproyeksikan dapat menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 25% pada tahun 2030, setara dengan 1 juta ton CO2eq, dengan biaya investasi lebih dari Rp 40 triliun.
“ITDP Indonesia mendorong pemerintah untuk menyediakan insentif pembelian bus listrik dan intervensi non-fiskal, seperti pengadaan bus listrik terkonsolidasi dan perpanjangan durasi kontrak antara pemerintah dan operator transportasi publik,” kata Gonggom dalam acara Sustainable E-Mobility Event: Upscaling Bus Electrification Nationwide di Le Meridien Hotel, Jakarta, Selasa (21/5/2024).
Studi ini bertujuan untuk mendukung akselerasi elektrifikasi bus di perkotaan, sebagai langkah mencapai target 90% elektrifikasi transportasi publik pada tahun 2030 sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No. 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) Indonesia hingga tahun 2050.
Hasil studi ini mengidentifikasi hambatan utama dalam elektrifikasi transportasi publik perkotaan yakni rendahnya komitmen dari pemerintah daerah (Pemda) serta tingginya biaya investasi.
Baca Juga
Soal Transisi Bus Listrik di Perkotaan, Menhub: Harganya Dua Kali Lipat dari Bus Konvensional
Oleh karena itu, terang Gonggom, perancangan peta jalan dan program insentif nasional diperlukan untuk mengatasi hambatan tersebut.
“Studi ini juga mencakup penilaian kesiapan elektrifikasi di 98 wilayah perkotaan di Indonesia, dengan rekomendasi 11 kota prioritas untuk percepatan elektrifikasi, termasuk Jakarta, Semarang, dan Surabaya,” tandas Gonggom.
Studi ini, kata Gonggom, dapat menjadi landasan strategis dalam mencapai target implementasi bus listrik nasional pada tahun 2030. ITDP Indonesia juga memperkenalkan E-Bus Dynamic Planning Toolkit untuk membantu pemerintah dalam merencanakan elektrifikasi transportasi publik.
“Hasil studi ini diharapkan dapat mempercepat elektrifikasi transportasi publik perkotaan untuk mengurangi jejak karbon dan meningkatkan kualitas udara bagi masyarakat,” sebut dia.
Baca Juga
Menhub Sebut 81 Bus Listrik Sudah Bersertifikat Registrasi Uji Tipe
Dokumen studi “Peta Jalan dan Program Insentif Nasional Elektrifikasi Transportasi Publik Perkotaan Berbasis Jalan” diserahkan langsung oleh Gonggomtua Sitanggang kepada Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan disaksikan oleh CEO ITDP, Heather Thompson serta Direktur Eksekutif ViriyaENB, Suzanty Sitorus.
Suzanty pun menekankan pentingnya percepatan elektrifikasi transportasi publik untuk menurunkan emisi GRK dan meningkatkan kualitas udara di kota-kota Indonesia.
“ViriyaENB mendukung langkah ITDP Indonesia sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mempercepat pencapaian target elektrifikasi transportasi publik,” tambah dia.
Budi Karya turut menyampaikan, adopsi transportasi rendah emisi dan peningkatan kualitas udara merupakan prioritas utama Kementerian Perhubungan. Dengan adanya studi ini, lanjut dia, akan mendorong percepatan elektrifikasi transportasi publik.
“Kami mengapresiasi dukungan ITDP Indonesia dan ViriyaENB dalam penyusunan peta jalan dan program insentif nasional ini, yang sangat penting untuk transformasi transportasi berkelanjutan. Hasil studi ini akan membantu kami dalam pengembangan infrastruktur dan regulasi yang mendukung elektrifikasi transportasi publik, sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkas Budi Karya.

