Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami Telan Biaya Rp 21,26 Triliun, Ini Sumber Dananya
JAKARTA, investortrust.id – Pembangunan proyek tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami diproyeksikan menelan biaya Rp 21,26 triliun. Sumber dananya sebagian besar berasal dari pinjaman perbankan.
Direktur Utama PT Jakarta Metro Expressway (JKTMetro), Danni Hasan mengatakan, pendanaan proyek tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami menggunakan komposisi modal dan pinjaman.
Baca Juga
Pengumuman: Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami Jadi Proyek Percontohan Tata Kelola dan Estetika
“Komposisinya sampai saat ini 70% pinjaman dan 30% modal,” ujar Danni di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Selasa (17/10/2023).
JKTMetro yang merupakan konsorsium proyek pembangunan tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami, terdiri atas tiga perusahaan, dengan komposisi pendanaan berbeda, yaitu PT Marga Metro Nusantara sebesar 85%, PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar 10%, dan PT Acset Indonusa Tbk sebesar 5%. PT Marga Metro Nusantara adalah anak usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk (META).
Menurut Danni, pihaknya sedang menjajaki pinjaman dari bank nasional. “Ada juga ketertarikan kami untuk mencari pendanaan dari bank internasional,” tutur dia.
Baca Juga
Selain pinjaman, JKTMetro masih menunggu penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Metro Pacific Tollways Corp (MPTC) di bursa Filipina pada 2024. MPTC merupakan induk pengendali Nusantara Infrastructure (META).
“Saya rasa ada beberapa aktivitas korporasi di beberapa layer sedang berjalan. Ada alokasi dana yang sudah dicanangkan, saya rasa akan kami respons sendiri,” ujar dia.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Miftachul Munir mengatakan, biaya investasi proyek tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami mencapai Rp 21,26 triliun. Angka tersebut sudah termasuk biaya pembebasan lahan. “Pembebasan masuk di biaya investasi, nilainya Rp 1,68 triliun,” kata dia.(CR-7)

