ITIF 2024 Targetkan Bisa Tarik Investasi US$ 3 Miliar
JAKARTA, Investortrust.id - Forum investasi pariwisata berkelas internasional, International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 akan digelar selama dua hari, pada 5-6 Juni di Swissotel, Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Ajang untuk menarik investasi baru di industri pariwisata ini ditargetkan bisa merealisasikan penanaman modal hingga US$ 3 miliar atau setara Rp48 triliun dengan kurs Rp16.000 per dolar AS.
Disampaikan Direktur Manajemen Investasi di Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Zulkifli Harahap, pihaknya optimistis bisa merealisasikan target tersebut. Pasalnya pada ajang ITIF 2023 yang digelar di Nusa Dua, Bali tahun lalu, pemerintah berhasil mendapatkan investasi masuk sebesar US$ 3,06 miliar.
“Kalau kita in general targetnya US$ 3 miliar. Kami optimistis, karena pada 2023 kita punya target investasi parekraf sebesar US$ 2,68 miliar dan alhamdulillah setelah kami coba lihat data yang ada di BKPM/Kementerian Investasi, kami bisa membukukan US$ 3,06 miliar. Artinya ada surplus 14%. Jadi ada dampak dari penyebaran informasi soal event ini,” kata kata Zulkifli Harahap dalam kesempatan podcast Konvergensi bertema “Peningkatan Investasi Sektor Pariwisata lewat gelaran International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024”, yang digelar di Studio Podcast Investortrust, The Convergence Indonesia (TCI), Rabu, (15/5/2024).
Baca Juga
Gelar ITIF 2024, Ini Peluang Investasi Pariwisata yang Dikejar Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut Zulkifli menyampaikan, dipilihnya Pantai Indah Kapuk karena kawasan ini juga termasuk dalam Proyek Strategis Nasional yang akan dikembangkan pemerintah bersama swasta.
“Kita ingin kembangkan destinasi baru. Destinasi baru yang juga masih membutuhkan pengembangan dan investasi, itulah kita coba PIK dengan pengembangan sebuah konsep island yang besar. Agar investor juga tahu bahwa ada daerah di Pantai Indah Kapuk yang tidak jauh dari Jakarta untuk dijadikan sasaran investasi,” tuturnya.
Berikutnya Zulkifli mengutarakan harapannya bahwa International Tourism Investment Forum ke-2 di Jakarta ini bisa menjadi leading platform sektor turisme dan ekonomi kreatif di dunia. Dari situ, kata Zulkifli, pemeirntah bisa mendorong pengembangan daerah-daerah wisata super prioritas ataupun Special Economic Zone.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Bidang Parekraf Kadin Indonesia, Triawan Munaf, juga berharap International Tourism Investment Forum (ITIF) mampu mendorong pertumbuhan investasi asing di sektor parekraf Indonesia.
“ITIF merupakan kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah untuk menarik investor demi pertumbuhan sektor parekraf yang lebih cepat dan besar. Kami berharap investasi yang masuk dapat terus mendukung pertumbuhan sektor parekraf yang berkelanjutan,” kata Triawan.

