Ajang Forum Parisiwata ITIF 2024 Juga Sasar Investasi di Energi, Kok Bisa?
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Kemenparekraf) dalam waktu dekat akan menggelar forum investasi pariwisata berkelas internasional, International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024. Ajang yang akan digelar selama dua hari, pada 5-6 Juni di Swiss-BelHotel, pantai Indah Kapuk, Jakarta. Tak melulu berusaha menarik investasi baru di industri pariwisata, ajang ITIF 2024 juga akan ikut mengakselerasi masuknya investasi di bidang infrastruktur dan energi terbarukan.
Disampaikan Direktur Manajemen Investasi di Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Zulkifli Harahap, digelarnya ajang International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 diharapkan pasar pariwisata dunia bisa memahami bahwa banyak dsetinasi wisata di Tanah Air yang bisa dijadikan sasaran alo;kasi investasi mereka.
“Harapannya market luar negeri atau investor tahu bahwa banyak sekali destinasi-destinasi wisata yang bisa dikerjasamakan pengembangannya dalam bentuk investasi. Apa saja investasinya, ya bisa hotel, bisa resort dan restoran, atau ekosistem pendukung pariwisatanya,” kata Zulkifli saat podcast Konvergensi bertema “Peningkatan Investasi Sektor Pariwisata lewat gelaran International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024”, yang digelar di Studio Podcast Investortrust, The Convergence Indonesia (TCI), Rabu, (15/5/2024).
Soal ekosistem penunjang pariwisata, nantinya pemerintah juga akan membuka peluang investasi di bidang energi berkelanjutan, yang akan ikut menopang pertumbuhan industri pariwisata setempat, hingga perekonomian daerah.
Baca Juga
“Makanya sekarang kita apa dorong investasi pariwisata yang sustain. Pariwisata yang berkelanjutan dan memang itu harus jadi pendekatan, approach-nya adalah Green,” ujar Zulkifli.
Maka, dalam ajang ITIF 2024 nanti, bisa mengakomodir minat para investor yang ingin mengembangkan energi hijau atau energi terbarukan di kawasan yang belum mendapatkan sambungan listrik.
“Contoh misalkan ada salah satu investor yang menawarkan green energy, energi terbarukan seperti solar panel, harapannya destinasi-destinasi yang memang jauh dari jangkauan pembangkit listrik, bisa mendapatkan manfaat dari kegiatan ITIF ini,” ujar Zulkifli.
Ia juga membuka peluang semisal ada investor yang berminat mengucurkan modalnya untuk mengembangkan pemurnian air atau water purifier di Danau Toba. “Danau Toba mungkin bisa diminum airnya dengan adanya investasi dari pelaku bisnis water purifier yang kita undang. Sehingga banyak benefit-benefit yang menuju kepada tourism sustainability,” tuturnya.
Namun demikian untuk bisa merealisasikan peluang-peluang tadi bagi para investor, dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari sejumlah kementerian terkait serta masyarakat. Sehingga para pemilik dana bisa menerima kemudahan dalam proses pengembangan infrastruktur penunjang industri pariwisata tadi.
Dalam kesempatan tersebut Zulkifli juga menyampaikan harapannya bahwa ITIF 2024 bsia menjadi salah satu event pariwisata global. Sehingga jika ada yang ingin bicara soal industri pariwisata dan investasi penunjangnya, semua masyarakat dunia akan mengingat ITIF 2024 sebagai salah satu kegiatan yang bisa mengakomodasi semua kebutuhan tadi.
Baca Juga
Gelar ITIF 2024, Ini Peluang Investasi Pariwisata yang Dikejar Pemerintah
Sebelumnya, Menparekraf Sandiaga Uno dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno", di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2024), menyebut bahwa ITIF diadakan untuk yang kedua kalinya di Indonesia. Kali ini, ITIF akan dilaksanakan di kawasan proyek strategis nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Pada 2023, ITIF telah dilaksanakan kawasan Nusa Dua, Bali.
"(ITIF 2024) mengusung tema Elevating Tourism Investment for Sustainable Growth dan platform ini memang kita arahkan kepada sustainable tourism karena planet, people, dan prosperity selalu menjadi acuan (pengembangan parekraf)," kata Sandiaga.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani menambahkan ITIF 2024 yang akan dilaksanakan 5-6 Juni 2024 juga akan diisi dengan sejumlah side event seperti roundtable session dengan beberapa delegasi negara seperti India dan Rusia terkait investasi di sektor parekraf.

