Potensi Kendaraan Hidrogen Topang Percepatan Net Zero Emission 2060
JAKARTA, investortrust.id - Kendaraan berbasis energi hidrogen dinilai salah satu potensi dari sector transportasi untuk mewujudkan net zero emission yang ditargetkan Indonesia pada 2060 mendatang. Pasalnya, hidrogen merupakan energi ramah lingkungan dan saat ini dianggap sebagai bahan bakar paling bersih.
Hal tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) PT Investortrust Indonesia Sejahtera, Primus Dorimulu dalam seminar yang bertajuk 'Potensi Besar dan Masa Depan Mobil Hidrogen' yang digelar Investortrust.id di Jakarta, Kamis (16/5/2024).
"Dengan dukungan sumber energi terbarukan yang cukup, Indonesia dinilai cocok mengembangkan mobil hydrogen sebagai salah satu langkah konkret mencapai net zero emission (NZE) tahun 2060," ucapnya, Kamis (16/5/2024).
Baca Juga
Akan Digenjot, Konsumsi Hidrogen Indonesia Masih di Bawah 2 Juta Ton per Tahun
Pemerintah pun tengah menyiapkan roadmap untuk penerapan teknologi hidrogen. Hal tersebut akan dilakukan oleh Kementerian Perindustrian yang sudah menyiapkan Roadmap melalui Peraturan Menteri Perindustrian No 29 Tahun 2023.
Meskipun hingga kini, mobil berbasis energi hidrogen belum dipasarkan secara massal seperti mobil listrik, namun pemerintah telah mengambil beberapa langkah untuk menyiapkan sejumlah infrastruktur.
Sebut saja di antaranya ketika PT PLN meresmikan pilot project Hydrogen Refueling Station (HRS) dan Green Hydrogen Plant (GHP) PLTP Kamojang secara bersamaan pada Februari lalu. Kemudian, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) berkolaborasi dengan Toyota mengembangkan ekosistem hydrogen.
Namun, Primus mengatakan bahwa untuk mewujudkan pengembangan kendaraan berbasis hidrogen di Indonesia masih dalam tahap awal, dan memerlukan waktu yang cukup panjang guna menyempurnakan upaya ini.
Baca Juga
Pertamina Proyeksi Permintaan Hidrogen Indonesia Meningkat hingga 8 MTPA Tahun 2040
"Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan energi hidrogen berkat ketersediaan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melimpah, energi yang mendukung transisi ke energi bersih," terangnya.
"Salah satu langkah penting yang telah dilakukan adalah pembukaan stasiun pengisian hidrogen oleh PT PLN dan Pertamina. Bahkan pemerintah telah mencanangkan mobil yang boleh melintas di IKN adalah mobil hydrogen," tandas Primus.
