Sejumlah Pabrik Tutup, Pengamat Beri Sejumlah Saran Ini ke Pemerintah
JAKARTA, investortrust.id - Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesinesia (Apindo) Ajib Hamdani menyebutkan maraknya penutupan pabrik, terakhir pabrik Sepatu Bata, harus menjadi perhatian pemerintah.
Menurut dia, pemerintah dapat memberikan kepedulian dan insentif terhadap sektor padat karya. “Karena tren investasi yang ada cenderung padat modal. Secara rasio, dari setiap Rp 1 triliun investasi, hanya mampu menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja,” katanya, kepada investortrust.id, Senin (13/5/2024).
Baca Juga
Mengapa Sejumlah Pabrik Besar Tutup? Pengusaha Beberkan Pemicunya
Ajib mengatakan agar investasi berkualitas dan lebih mendorong perekonomian nasional, indeks penyerapan tenaga kerja harus ditingkatkan. Untuk itu, sektor manufaktur menjadi salah satu sektor yang perlu mendapat prioritas.
Dia melihat penutupan sejumlah pabrik dari dua sudut pandang. Pertama, sudut pandang internal dan biaya produksi serta kedua, pasar.
Terkait sudut pandang pertama, dia mengingatkan, peran pabrik sebagai salah satu bagian dari industri padat karya harus didukung pemerintah. “Sehingga sangat terpengaruh cost push inflation. Faktor inilah yang membuat competitiveness-nya kurang fleksibel,” ucap dia.
Baca Juga
Begini Tanggapan Jokowi Soal Tutupnya Pabrik Sepatu Bata (BATA) di Purwakarta
Sementara itu, Ajib menilai pasar domestik cenderung mengalami tekanan sejak pandemi Covid-19. Apalagi dengan rezim kebijakan moneter yang menetapkan tingkat suku bunga tinggi, daya beli masyarakat akan melemah.
“Sedangkan pasar luar negeri sedang mengalami kontraksi karena kondisi geopolitik yang sedang naik tensinya,” kata dia.

