Menko Luhut: Microsoft Mau Insentif Apapun Siap Kami Berikan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan menjanjikan insentif kepada Microsoft Corporation setelah menyatakan komitmen investasinya di Indonesia.
Seperti diketahui, raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu menyatakan komitmen investasinya sebesar US$ US$1,7 miliar atau sekitar Rp27,65 triliun (kurs Rp16.280/US$1) untuk pengembangan talenta digital kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pusat data.
Luhut mengklaim Microsoft tidak akan menyesal berinvestasi di Indonesia. Sebab, Pemerintah Indonesia akan memberikan insentif-insentif seperti yang ditawarkan di negara tujuan investasi Microsoft lainnya.
Saat ini, Luhut masih menanti kedatangan tim teknis Microsoft untuk membahas apa saja yang dibutuhkan terkait investasi jumbonya di Indonesia.
"Insentif apa yang Anda dapatkan di India? Anda dapatkan di Thailand? [Atau] di mana saja. Kita bisa bertarung dengan mereka. Kami dapat memberikan yang lebih baik daripada [sekadar] insentif. Itu mentalitas pemerintah saat ini," katanya ketika ditemui di sela-sela acara Microsoft Build AI di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2024).
Baca Juga
Luhut Ungkap BYD Groundbreaking Pabrik di Indonesia Juli 2024
Menurut Luhut, insentif menjadi hal yang sangat penting untuk menarik investasi asing ke Tanah Air. Indonesia akan sulit bersaing apabila masih mempersulit investor lewat sejumlah syarat, baik dari segi perizinan berusaha maupun teknis.
"Kita tidak akan bisa bersaing jika kita memberikan rintangan yang besar, banyak rintangan kepada investor di Indonesia. Kami tidak ingin melakukan itu, saya berjanji kepada Anda," tegasnya.
Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan kebijakan tersebut secara tidak langsung lahir dari celotehan sang cucu, Faye Hasian Simanjuntak. Putri dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak itu dikenal sudah menjadi aktivis sejak belia.
"Cucu saya yang kuliah di Georgetown University akan lulus minggu depan dan dia mengingatkan saya tentang hal itu. Kakek jangan membuat kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan generasi saya," tuturnya.
Luhut menegaskan pemerintah tidak akan membuat kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan generasi muda. Termasuk kebijakan yang dianggap menjadi "benteng" masuknya investasi asing ke Indonesia.
Baca Juga
Sudah Diaudit BPKB, Menko Luhut Perintahkan Pembayaran Rafaksi Minyak Goreng Dituntaskan

