Israel Klaim Siap Hadapi Skenario Serangan Balasan Apapun dari Iran
JAKARTA, investortrust.id - Israel menyebut bahwa pihaknya telah siap menghadapi skenario apa pun dengan ancaman Iran terhadap sejumlah kedutaan besarnya. Kewaspadaan Israel ini merupakan buntut dari serangan Israel atas kantor konsuler Iran di Damaskus beberapa hari lalu.
Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Yoav Gallant seperti dilansir Thenationalnews.com, Minggu (7/4/2024). “Militer Israel siap menghadapi “ skenario apa pun yang mungkin terjadi sehubungan dengan Iran,” ujar Gallant setelah dia melakukan asesmen situasi operasional dengan para perwira militer senior pada hari Minggu.
Di kesempatan yang sama diberitakan bahwa Israel telah menghentikan semua unit tempurnya, dan menyusun pasukan cadangan untuk meningkatkan pertahanan udaranya sejak pekan lalu, setelah Teheran berjanji akan membalas serangan pada 1 April yang menewaskan beberapa jenderalnya termasuk Mohammad Reza Zahedi, komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam.
Saat serangan terjadi, Israel tidak membenarkan atau membantah bahwa merekalah yang melakukan serangan tersebut. Konsulat Iran di Damaskus hancur akibat serangan tersebut dan menewaskan total 12 orang, termasuk tujuh anggota IRGC dan seorang anggota milisi Hizbullah yang didukung Iran.
Baca Juga
Indonesia Kutuk Serangan Israel ke Fasilitas Diplomatik Iran di Suriah
Pada Minggu, kantor konsuler dilaporkan telah melanjutkan aktivitasnya setelah ditutup selama empat hari setelah serangan itu, demikian dilaporkan kantor berita Iran Isna.
Jenderal Mohammad Bagheri, kepala staf gabungan Iran, mengatakan kepada para pelayat yang berkumpul pada pemakaman Jenderal Zahedi pada hari Jumat bahwa Iran akan memutuskan bagaimana dan kapan untuk membalas serangan di Damaskus.
“Waktu, jenis, rencana operasi akan kami putuskan, dengan cara yang membuat Israel menyesali perbuatannya,” katanya. “Ini pasti akan dilakukan,” tegasnya
Sementara itu Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah, yang bermarkas di Lebanon dan bersekutu dengan Teheran, menggambarkan serangan itu sebagai “titik balik” dan berjanji bahwa “poros perlawanan” yang dipimpin Iran akan meresponsnya.
Pada hari Minggu, salah satu penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyarankan pembalasan bisa terjadi terhadap kedutaan besar Israel.
“Kedutaan besar rezim Zionis tidak lagi aman,” kata Yahya Rahim Safavi kepada kantor berita Iran, Isna.
Israel pun menutup sementara 28 kedutaannya di seluruh dunia selama akhir pekan.
Isna juga membagikan grafik sembilan rudal di gudang senjata Iran yang dikatakan dapat menyerang Israel.
Pada hari Kamis, penduduk di seluruh Israel tengah melaporkan bahwa layanan GPS terganggu, sebuah tindakan yang tampaknya disengaja untuk menghambat peluru kendali secara elektronik.
Iran mempunyai pilihan untuk membalas Israel dengan menggunakan salah satu organisasi proksinya di seluruh kawasan, termasuk Hizbullah di Lebanon, sejumlah milisi di Irak dan Suriah, dan Houthi di Yaman.

