Menko Luhut Bantah Sri Mulyani Mau Mundur, Tapi Mempersilahkan yang Lain
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan membantah isu mundurnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Menurut Luhut, dia masih rutin bertemu dengan Sri Mulyani.
“Nggak ada. Dia (Sri Mulyani) masih bertemu saya dengan baik kok,” kata Luhut, di kantornya, Jakarta, sehari lalu.
Meski demikian, Luhut merespons dengan cara berbeda ketika ditanya seputar menteri-menteri lain yang ingin mundur. Sebab, selain Sri Mulyani, ada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD yang diisukan mundur.
“Silakan saja mundur. Sudah ditawari mundur, nggak mundur-mundur,” kata dia.
Kabar sejumlah menteri yang ingin mengundurkan diri pertama kali dihembuskan ekonom senior Faisal Basri. Faisal mengaku mendengar sejumlah menteri telah siap untuk mengundurkan diri dari Kabinet Indonesia Maju. Tetapi, dia mendengar Sri Mulyani menjadi salah satu menteri yang siap.
“Secara moral, saya dengar Bu Sri Mulyani yang paling siap untuk mundur. Pramono Anung sudah gagap jadi menteri, dia kan PDIP, belain Jokowi terus kan pusing, katanya nunggu momentum,” kata Faisal dalam diskusi Political Economic Outlook 2024 yang digelar Progresif Idn, Sabtu (13/1/2024).
Faisal mengatakan bujukan agar menteri di Kabinet Indonesia Maju untuk mundur merupakan cara agar mendelegitimasi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Upaya legitimasi ini untuk membuat pengaruh negatif pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (cawapres) nomor 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Yang ingin saya sampaikan adalah apa yang bisa jadi pemicu. Yang membuat, yang akan mendelegitimasi Jokowi dan legitimasinya akan membuat pengaruh negatif buat Prabowo dan Gibran,” kata dia.

