Di Depan Bos Microsoft, Luhut Janjikan Kewarganegaraan Ganda ke Diaspora RI
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan pemberian kewarganegaraan ganda kepada diaspora yang punya keterampilan tinggi.
Luhut mengatakan pemberian kewarganegaraan ganda diperlukan untuk menarik diaspora berketerampilan tinggi kembali ke Tanah Air. Dia menilai Indonesia akan diuntungkan dengan pemberian kewarganegaraan ganda ke warga keturunan Indonesia yang bertalenta.
“Kita mengundang diaspora Indonesia yang punya keterampilan tinggi. Kemudian akan kita berikan kewarganegaraan ganda ke mereka segera,” katanya saat menjadi pembicara di acara Microsoft Build AI Day di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2024).
Baca Juga
LPEI dan Diaspora Indonesia Buka Akses Pasar Ribuan Produk UMKM RI ke Kanada
Dalam acara tersebut Luhut bicara di hadapan Chief Executive Officer (CEO) Microsoft Satya Nadella yang sebelumnya menyatakan komitmen investasinya sebesar US$ 1,7 miliar atau Rp 27,65 triliun (kurs Rp 16.280/US$1). Investasi tersebut meliputi pengembangan talenta digital untuk teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Luhut tak menjelaskan bagaimana mekanisme pemberian kewarganegaraan ganda itu. Namun yang jelas, individu yang sudah menjadi warga negara lain masih berhak untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
“Meskipun mereka sudah menjadi warga negara Amerika [Amerika Serikat] tetapi memenuhi syarat untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia bisa,” tegasnya.
Sebagai catatan, Indonesia selama ini tidak mengakui tidak mengakui kewarganegaraan ganda bagi orang dewasa. Adapun, untuk anak-anak mereka diperbolehkan untuk memiliki kewarganegaraan ganda dan harus memilih salah satunya setelah berusia 18 tahun.
Isu kewarganegaraan ganda sempat menimbulkan kegaduhan pada 2016 saat Presiden Joko Widodo mencopot Arcandra Tahar sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru menjabat beberapa pekan. Arcandra dicopot setelah adanya laporan bahwa dia merupakan pemegang paspor AS.

