Jelang Lebaran, Pasar Pondok Labu Padat Pedagang Ketupat
JAKARTA, investortrust.id - Pada hari H-2 menjelang Idul Fitri 2024, Senin pagi (8/4/2024), sepanjang tepian jalan di Pasar Pondok Labu Jakarta Selatan dipadati pedagang ketupat yang datang dari Serang, Pandeglang dan Rangkasbitung, Banten sejak Minggu dini hari (7/4/2024). Tradisi ketupat telah menjadi bagian sejarah penyebaran agama Islam di Jawa dan diyakini awal mula ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga yang berkedudukan di Demak, Jawa Tengah. Tradisi menghidangkan ketupat beserta masakan khas lainnya seperti opor, balado dan sayur bersantan memiliki filosofi yang dalam. Ketupat memiliki arti "ngaku lepat" atau mengaku salah atau memiliki kesalahan sehingga pada Hari Raya Idul Fitri, umat Islam yang merayakan berakhirnya puasa saling bermaafan atas kesalahan yang telah dilakukan. Tradisi ini menyebar ke seluruh penjuru pulau Jawa termasuk Jakarta sehingga menjelang Lebaran, pedagang musiman memenuhi tepian jalan di pasar-pasar utama Jakarta, salah satunya di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Pedagang-pedagang ini datang berkelompok dan mayoritas berasal dari kota-kota di provinsi Banten. Mereka tidak hanya membawa janur atau daun kelapa yang masih muda tetapi juga membawa pepaya muda yang menjadi bahan masakan dan petai. Jaya, 66 tahun yang berasal dari Rangkasbitung mengatakan, "Kami datang dari Rangkas dengan menyewa truk pak, karena yang kami bawa tidak cuma janur, tetapi juga pepaya muda dan petai. Di sini jualan 24 jam, tidurnya ya di emperan situ. Habis nggak habis, besok harus pulang karena sudah hari terakhir sebelum Lebaran." Senada dengan Jaya, Jahran dari Serang juga membawa dagangan yang sama ditambah kacang panjang. Jahran mengaku penjualan lebih bagus tahun lalu dibanding tahun ini. "Sampai gini hari pepaya dan petai belum banyak yang beli pak. Pepaya masih ada 4 karung yang belum terjual." Kedua pedagang tersebut mengaku rata-rata membawa uang 2 hingga 3 juta rupiah selama tiga hari berjualan di Pasar Pondok Labu. Satu buah ketupat dijual dengan harga seribu rupiah.

