Hadapi Mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri Siagakan 2.756 Pos Operasi Ketupat
JAKARTA, investortrust.id -- Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan sebanyak 2.756 pos dalam Operasi Ketupat 2026. Ribuan pos itu terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu.
Dirgakkum Korlantas Mabes Polri Brigjen Pol Faizal mengatakan keberadaan pos tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
"Total Pos Operasi Ketupat 2024 sebanyak 2.756 pos," kata Faizal di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga
Legislator Usul Pemerintah Batasi Pemudik Sepeda Motor, Ini Alasannya
Sebanyak 317.666 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Ketupat 2026 ini. Para petugas gabungan akan disebar di masjid, terminal, pelabuhan, stasiun, bandara, tempat wisata, dan pusat perbelanjaan. Pemantauan juga diperkuat dengan drone dan CCTV lalu lintas terintegrasi.
Pihak kepolisian telah memetakan periode krusial pergerakan kendaraan guna menghindari penumpukan yang ekstrem. Aan menjelaskan manajemen rekayasa akan didasarkan pada data volume to capacity ratio (V/C Ratio).
Kepolisian mengaku telah memprediksi gelombang puncak arus mudik dan balik. Arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dua gelombang, yakni gelombang I pada 14-15 Maret 2026 dan gelombang II pada 18-19 Maret.
Sedangkan arus balik juga terdiri dari dia gelombang, yakni pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret.
"Dengan prediksi ini, kepolisian bersama stakeholder telah mempersiapkan manajemen rekayasa maupun penempatan personel," tuturnya.
Baca Juga
Kuota Mudik Gratis Pertamina 2026 'Sold Out' pada Hari Pertama
Operasi ini tidak hanya fokus pada kemacetan, tetapi juga mencakup aspek keamanan wilayah. Aan menekankan adanya lima klasterisasi kerawanan yang menjadi atensi, mulai dari jalan tol, jalan arteri, pusat transportasi (pelabuhan/bandara), tempat wisata, hingga daerah rawan bencana.
"Operasi Ketupat bukan semata-mata melancarkan lalu lintas, tetapi juga mencegah kriminalitas," tegasnya.

