Baja Struktur dari Bekasi Diekspor ke Kanada, Nilainya Rp 31 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melepas ekspor produk baja struktur produksi PT Gunung Raja Paksi (GRP) ke Kanada sebanyak 1500 MT senilai US$ 2 juta atau sekitar Rp 31 miliar.
Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Investasi Kemenperin, Doddy Rahadi mewakili Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi industri manufaktur nasional yang terus memperluas pasar ekspor ke kancah global.
Menurut Doddy, kualitas produk lokal yang kian berdaya saing dan permintaan pasar ekspor yang terus meningkat telah mendorong optimalisasi produktivitas perusahaan.
Baca Juga
Suplai Baja untuk IKN, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Optimistis Cetak Kinerja Positif di 2024
“Salah satu subsektor manufaktur yang memiliki kinerja gemilang di tengah perlambatan ekonomi global adalah industri logam dasar. Apalagi industri logam dasar dikenal sebagai mother of industry yang selama ini berperan penting memacu pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Doddy Rahadi di Cikarang Barat, Bekasi, Senin (15/01/2024).
Kemenperin mencatat, industri logam dasar pada triwulan III-2023 tumbuh double digit sebesar 10,86% (yoy). Capaian ini jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,94% dan kinerja industri pengolahan nonmigas yang tumbuh 5,02%.
“Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas, khususnya sektor logam dasar ditopang oleh tingginya demand, di mana performa positif dari sektor industri logam dasar tersebut didukung oleh peningkatan permintaan pasar khususnya ekspor,” papar dia.
Baca Juga
Guna meningkatkan kemampuan industri logam dasar nasional, menurut Doddy Rahadi, Kemenperin bertekad mendorong sektor ini semakin aktif berinovasi melalui penggunaan teknologi terkini seiring pekembangan industri 4.0. Upaya ini dapat menciptakan diversifikasi produk sesuai kebutuhan pasar.
“Apalagi industri baja merupakan sektor esensial bagi pengembangan sektor industri penting lainnya, di antaranya konstruksi, alat transportasi, energi, alat pertahanan, infrastruktur, termasuk juga proyek pembangunan IKN,” tandas dia.

