DPD RI: Sebagai Negara Maritim, Indonesia Sungguh Ironis!
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyatakan, sebagai negara maritim, Indonesia sungguh ironis karena kontribusi sektor kemaritiman terhadap produk domestik bruto (PDB) masih sangat kecil.
Indonesia seharusnya menjalankan pembangunan berbasis kemaritiman. Nyatanya, potensi laut Indonesia yang begitu besar tidak diberdayakan untuk kemakmuran, kesejahteraan, serta kejayaan bangsa dan bernegara.
Wakil Ketua I DPD RI, Nono Sampono mengungkapkan, kontribusi sektor kelautan terhadap PDB Indonesia hanya 18,2%. Indonesia berpotensi meningkatkan pendapatan negara di sektor kelautan hingga Rp 20 ribu triliun.
Baca Juga
Jawab Soal Potensi Ekspor, Anies Perkenalkan Terminologi Agro Maritim
"Hasil pendapatan sektor kelautan terhadap PDB nasional kita masih di bawah 20%, tepatnya 18,2%. Belum lagi kita berbicara tentang pertahanan dan keamanan di laut, belum sesuai harapan," kata Nono di Gedung Nusantara 4 DPR RI, Jakarta, Jumat (02/02/2024).
Menurut Nono Sampono, pendapatan sektor kelautan negara-negara lain di Asia, seperti Korea Selatan dan China, justru lebih besar dari Indonesia. Padahal, mereka bukan negara kepulauan.
"Berdasarkan kajian Institut Pertanian Bogor (IPB), kontribusi sektor kelautan terhadap PDB Korea Selatan, Vietnam, dan Thailand mendekati 30%, bahkan Jepang mencapai 53,4%. Anehnya, China adalah negara kontinental, tapi kontribusi kelautannya terhadap PDB mencapai 48,6%," papar dia.
Baca Juga
Luncurkan Buku Putih untuk Capres-Cawapres, Alumni IPB Tekankan Kedaulatan Agromaritim
Nono menambahkan, potensi kelautan Indonesia dapat menghasilkan sekitar US$ 1.338 miliar atau Rp 20 ribu triliun.
"Merujuk pada kajian Prof Rokhmin Dahuri dan Kementerian KKP, potensi kelautan Indonesia bila dieksploitasi bisa menghasilkan US$ 1 .338 miliar, sekitar Rp 20 ribu triliun," tandas dia.

