Ironis, Indonesia Punyas Gas Alam Berlimpah, Tapi Impor LPG 5,5 Juta Ton/Tahun
JAKARTA, Investortrust.id - Indonesia sebenarnya memiliki gas alam melimpah di perut bumi. Ironisnya, negeri ini masih mengimpor liquefied petroleum gas (LPG) yang merupakan hasil penyulingan minyak bumi mencapai 5,5 juta ton per tahun.
Oleh sebab itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah sedang berupaya keras mengonversi penggunaan LPG yang masih diimpor ke liquefied natural gas (LNG) yang berbasis gas alam. Hal itu sebagai upaya efisiensi dari segi anggaran maupun penggunaan energi yang bebas emisi.
Indonesia, kata Arifin, kini mengandalkan gas alam dalam transisi energi, dari energi berbasis fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Ini mengingat emisi gas alam juga jauh lebih rendah dibandingkan energi fosil lainnya, seperti minyak bumi.
Baca Juga
Kebutuhan Gas Dalam Negeri Diprediksi Melonjak 40% Tahun 2035
"Kita lihat program efisiensi apa yang bisa kita lakukan. Salah satunya bagaimana bisa memanfaatkan sumber gas alam kita untuk menggantikan LPG. Kita impor LPG lebih dari 5,5 juta ton per tahun dan trennya meningkat. Padahal, kita punya gas alam yang berlebih dan bisa diekspor, serta kecenderungan produksi dalam negeri bertambah," kata Arifin dalam Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2024 yang digelar Kemenko Perekonomian di Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2023).
Ciptakan Demand Tinggi
Arifin menegaskan, pemerintah mempersiapkan sejumlah program untuk mempercepat transisi ke gas alam. Salah satunya menggantikan penggunaan LPG di masyarakat hingga pengusaha rumah makan, untuk menciptakan demand LNG yang tinggi. Apalagi, LNG diklaimnya lebih aman dibandingkan LPG.
Menurut dia, program transisi gas bisa ditopang dengan banyaknya penemuan baru cadangan gas alam di sejumlah titik di Indonesia. "Ada beberapa discovery baru sehingga segera kita bisa penuhi gasnya. Kita perlu menyegerakan transmisi gas sehingga LNG bisa masuk ke rumah tangga, restoran, dan hotel. Ini bisa menggantikan LPG yang kita impor dan menumbuhkembangkan aspek keamanan energi dalam negeri," tuturnya.
Baca Juga
Diperkirakan Kewalahan Subsidi LPG Sudah Rp 120 Triliun, Solusi Pindah ke Jargas

