Jangan Salah Paham, Dana Pembangunan IKN Hanya 20% dari APBN, lho!
JAKARTA, investortrust.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan, dari sekitar Rp 460 triliunanggaran pembangunan IKN, hanya 20% atau sekitar Rp 90 triliun yang berasal dari APBN.
"Banyak orang yang tidak menangkap atau salah paham bahwa seakan-akan Pembangunan IKN seluruhnya dibiayai APBN. Kebutuhan anggaran IKN sekitar Rp 460 triliun, tapi hanya 20% yang akan dibiayai APBN, itu sesuai UU IKN,” tegas Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono dalam live streaming Investor Daily Talk, Senin (19/2/2024).
Baca Juga
OIKN Berkomitmen Alokasikan 75% Lahan untuk Ruang Hijau di IKN Nusantara
Dari 2022 sampai akhir 2023, menurut Agung, total dana APBN yang sudah digunakan untuk membangun IKN mencapai Rp 30 triliun. Jumlah itu jauh lebih kecil dari komitmen dan realisasi investasi di IKN senilai total Rp 47 triliun.
Agung Wicaksono mengungkapkan, total realisasi investasi di IKN telah mencapai Rp 47,5 triliun, baik investasi pemerintah maupun swasta dan BUMN. Dari Rp 47,5 triliun tersebut, nilai investasi yang berasal dari swasta sekitar Rp 35,9 triliun.
Agung kembali menegaskan, biaya pembangunan IKN didominasi investasi, yakni sekitar 80%. "Memang targetnya nanti 80% (pembangunan IKN) adalah dari investasi, baik investasi swasta murni maupun investasi kemitraan antara swasta dan pemerintah (public private partnership/PPP),” tandas dia.
Dia menambahkan, meski UU mengamatkan pembangunan IKN dibiayai 30% dana APBN, realisasinya sampai akhir 2024 diperkirakan hanya sekitar Rp 75 triliun. “Padahal kalau lihat pagunya yang 20%, itu masih bisa sampai Rp 90 triliun," ucap dia.
Berdasarkan perhitungan OIKN, total anggaran pembangunan IKN sekitar Rp 466 triliun. Dari jumlah itu, sekitar 19,18% atau Rp 89,4 triliun dipenuhi dari APBN, 26,48% atau Rp 123,2 triliun dari BUMN dan BUMD, serta 54,38% atau sekitar Rp 253,4 triliun dari kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) atau swasta.
Baca Juga
Investasi IKN Capai Rp47,5 Triliun, Kepala OIKN: Target Rp100 T Masih Perlu Waktu
Agung menjelaskan, anggaran negara bukanlah kunci biaya pembangunan IKN, melainkan investasi swasta, Masyarakat, hingga investor asing. "Investasi swasta ini kita terus dorong (Rp 47 triliun), targetnya dalam beberapa minggu ke depan akan groundbreaking lagi, bertambah lagi,” tutur dia.
Agung Wicaksono optimistis investasi akan terus mengalir ke IKN. Alhasil, porsi pembiayaan swasta, termasuk investor asing, akan terus membesar alih-alih anggaran dari APBN.

