KKP Dongkrak Produksi 5 Komoditas Perikanan Budi Daya
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendongkrak produksi 5 komoditas perikanan budi daya, yaitu udang, kepiting, lobster, ikan nila, dan rumput laut.
"Perikanan budi daya selama ini kurang disentuh, untuk itu ke depan akan menjadi prioritas," kata Juru Bicara Menteri KKP, Wahyu Muryadi kepada Antara di Jakarta, Jumat (08/09/2023).
Wahyu menjelaskan, untuk komoditas udang khususnya vaname, KKP mengembangkan melalui sistem tambak udang berbasis Kawasan. Hal itu ditujukan agar produksi bisa lebih meningkat dibandingkan tambak udang tradisional yang hanya mampu memproduksi 0,6 ton per ha per tahun.
Menurut Wahyu, ketika menggunakan sistem tambak udang berbasis Kawasan, seperti di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, produksi udang per ha bisa mencapai 40-50 ton sekali panen dengan jarak empat bulan. Alhasil dalam setahun produksi dapat mencapai 200 ton.
"Budi daya udang berbasis kawasan hasilnya bagus, beberapa bulan kemarin sudah dipanen. Dan nantinya akan kami terapkan di daerah lain," ujar dia.
Wahyu Muryadi mengungkapkan,komoditas lainnya, yaitu kepiting, sudah dikembangkan di Kalimantan Utara. Sistemnya sama,yaitu KKP membuat percontohan terlebih dahulu, dan ketika berhasil bisa diterapkan di kawasan lain.
Bidik Ikan Nila
Bidikan KKP selanjutnya, kata Wahyu, adalah ikan nila atau tilapia. Ikan ini dapat dibudidayakan lebih baik lagi karena memiliki nilai ekonomi tinggi. "Begitu juga lobster yang memang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bahkan Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono menyediakan karpet merah bagi investor yang mau membantu budi daya di Tanah Air," papar dia.
Wahyu menambahkan, rumput laut menjadi komoditas unggulan pada bidang budi daya karena sejumlah daerah di Indonesia merupakan sentra rumput laut.
"Tetapi rumput laut masih dijual dalam bentuk bahan mentah, dan sedang diproses dalam hilirisasi. Memang secara potensi banyak dan turunan juga banyak, sehingga perlu dimanfaatkan dengan baik," tandas dia.
KKP menargetkan produksi perikanan pada 2024 mencapai 30,85 juta ton, terdiri atas perikanan tangkap 6 juta ton dan perikanan budi daya 24,85 ton, meliputi komoditas ikan 12,52 juta ton serta rumput laut 12,33 juta ton.

