Pemerintah Tutup Kran Impor Jagung, Begini Penjelasan Kepala Bapanas
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah memutuskan untuk menghentikan impor jagung kering pakan. Hal ini bertujuan untuk menjaga nilai tukar petani, apalagi saat memasuki musim panen.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo mengatakan, keputusan penghentian impor jagung sejalan dengan prioritas pemerintah untuk menjaga harga jual panenan jagung yang tengah melimpah di dalam negeri.
“Panen dalam negeri menjadi prioritas,” ucap Arief kepada investortrust.id, Selasa (19/3/2024).
Baca Juga
Mentan Tegaskan Keran Impor Jagung Ditutup demi Maksimalkan Penyerapan
“Jagung petani dibeli dengan harga yang baik. Peternak harus dijaga ketersediaan jagungnya. Tidak boleh putus dan harga harus berimbang,” tambahnya menjelaskan.
Lebih lanjut, Arief menerangkan, ketika harga jagung pipil kering mencapai level Rp 8.000 per kilog ram di tingkat petani tentu akan menyulitkan peternak ayam. Begigu juga dengan sebaliknya.
“Saat harga Jagung pipil kering di atas Rp 8.000, maka sangat menyulitkan peternak (ayam). Sebaliknya, saat jagung pipil kering harga jatuh, petani menderita,” terang Arief.
Baca Juga
Oleh karena itu, dia mengatakan, harus dijaga keseimbangan hulu hilir. Termasuk keberlangsung perusahaan pakan ternak, sehingga harga pakan ternak juga harus wajar.
Diketahui, berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan total produksi jagung di empat bulan tahun ini bisa mencapai 5,34 juta ton, dan ini melebihi sekitar 500 ribu ton daripada produksi di periode sama tahun sebelumnya.

