Kepala Bapanas Beri Penjelasan Soal Temuan Beras Berkutu di Gudang Bulog
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo memastikan bahwa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang beredar di masyarakat dalam kualitas yang baik. Meskipun ditemukan beras berkutu di salah satu Gudang Bulog.
Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto atau yang dikenal dengan nama Titiek Soeharto sebelumnya mengatakan bahwa ada temuan beras berkutu yang terdapat di salah satu Gudang Bulog.
"Beras yang didistribusikan kepada masyarakat luar harus dalam kondisi yang baik," tegas Arief dalam rekaman audio yang diterima, Senin (17/3/2025).
Baca Juga
Terkait penyimpanan beras, dia mengatakan, seharusnya beras yang menjadi cadangan pangan pemerintah (CPP) dicek secara berkala oleh pihak gudang guna menjaga kualitas dari komoditas tersebut di dalam gudang.
"Artinya sebenarnya ini lebih ke teknis ya jadi kepala gudang, kemudian pimpinan cabang, pimpinan wilayah ya itu harus benar-benar menjaga kualitas daripada beras yang ada," ucapnya.
Ia menjelaskan, durasi penyimpanan beras sebagai cadangan pemerintah di gudang Bulog memiliki bermacam variasi, ada yang hingga delapan bulan. Oleh sebab itu, penting dilakukan perawatan berupa fumugasi terhadap beras-beras itu.
Baca Juga
Hadapi Krisis Pangan Global, Pemerintah Pastikan Produksi Beras Nasional Surplus
Fumugasi yang dimaksud Arief tersebut adalah proses pengendalian hama, salah satunya kutu pada beras dengan menggunakan gas atau cairan fumigan untuk membunuh hama dan organisme pengganggu lainnya, menjaga kualitas dan keamanan beras.
"Memang kalau (beras) umur simpan ada yang delapan bulan, memang harus ada treatment dan tidak boleh membiarkan kutunya menyebar," terangnya.
Kendati demikian, Arief membantah kalau jumlah beras yang berkutu sebagaimana infomasi yang beredar adalah sebanyak 300.000 ton.

