USNC: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Hijau di Indonesia Punya Prospek Cerah
JAKARTA, investortrust.id - Managing Director Ultra Safe Nuclear Corporation (USNC) Australia, James Voss mengungkapkan, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dengan Micro Modular Reactor (PLTN-MMR) memiliki prospek cerah di Indonesia.
"Indonesia sangat memerlukan solusi untuk mengatasi ketersediaan energi hijau. PLTN-MMR bisa menjadi solusi yang efektif. Jadi, sebetulnya prospeknya sangat bagus, apalagi kita menuju era energi hijau,” ujar James Voss.
Baca Juga
Kembangkan Energi Hijau Berbasis Nuklir, Azet Surya Lestari Gandeng USNC dan BRIN
Dia mengungkapkan hal itu usai penandatanganan letter of intent (LoI) kerja sama penelitian reaktor mikro modular di bidang energi hijau berbasis nuklir antara PT Azet Surya Lestari, USNC, dan Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir-Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTRN-BRIN) di Tangerang Selatan, Rabu (18/10/2023).
Menurut James Voss, PLTN-MMR bisa menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbasis solar atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara. Dengan demikian, program transisi dari pembangkit listrik berbasis fosil ke energi hijau dapat diakselerasi
Baca Juga
Kejar Target Emisi Nol Bersih, Pemerintah Kembangkan Hidrogen hingga Nuklir
"Anda berada di jalur terbaik untuk menghilangkan PLTD atau PLTU. Melalui PLTN-MMR, Anda dapat menyalurkan listrik ramah lingkungan ke tempat-tempat yang tidak memiliki PLTD atau PLTU batu bara," tutur dia.
Melalui teknologi MMR, kata James Voss, kebutuhan listrik di daerah terpencil dapat terpenuhi dengan biaya 25-50% lebih murah dibandingkan biaya listrik berbasis fosil.
Baca Juga
Wow! PLN Bangun Pembangkit Jumbo EBT untuk 80 Juta Pelanggan
Berdasarkan data PLN, Indonesia memiliki 83.436 desa. Dari jumlah itu, sekitar 9.006 desa di Indonesia belum memiliki listrik. Bahkan, listrik berbasis diesel genset pun masih ada yang beroperasi kurang dari 24 jam per hari. (CR-2)

