Pemilu Selesai, Pertamina Disebut Bisa Kembali Atur Harga BBM Sesuai Mekanisme Pasar
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi memprediksi, Pertamina akan menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mereka jual sesuai dengan mekanisme pasar. Pasalnya, Pemilihan Umum 2024 (Pemilu) sudah dilaksanakan.
Sebagaimana diketahui, Pertamina memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian harga BBM pada bulan Februari 2024 ini. Padahal, SPBU lain seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR menaikkan harga jual mereka, mengikuti kondisi harga minyak dunia.
“Saya menduga keputusan Pertamina untuk tidak menaikkan bagi Pertamax ke atas (BBM non-subsidi) itu saya pikir lebih karena tahun politik. Pemerintah ingin memberikan kesan bahwa Pertamina tidak menaikkan harga BBM yang non-subsidi sekalipun,” ujar Fahmy saat dihubungi investortrust, Senin (26/2/2024).
Baca Juga
Kendati demikian, Fahmy menilai bahwa mulai bulan depan, yakni Maret 2024, Pertamina akan kembali melakukan penyesuaian harga terhadap BBM non-subsidi. Sebab, jika tidak itu akan memberatkan mereka sendiri.
“Tapi menurut saya, saya perkirakan setelah Pipres selesai maka Pertamina harus kembali menyesuaikan dengan mekanisme pasar. Pada saat harga minyak dunia naik ya harus dinaikkan. Tapi pada saat turun ya harus diturunkan,” ujar dia.
Menurut Fahmy, menaikkan harga BBM non-subsidi bukanlah hal yang aneh untuk dilakukan Pertamina. Sebab, dalam dua tahun belakangan Pertamina selalu melakukan penyesuaian harga Pertamax cs mengikuti mekanisme pasar dan itu dimaklumi konsumen.
Baca Juga
Meski Ada Kecelakaan Mobil Tangki, Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Dumai Aman
“Tapi kalau yang dinaikkan adalah harga BBM subsidi, itu pasti punya dampak dan pemerintah akan berpikir juga untuk tidak menaikkan,” tandas Fahmy Radhi.
