Industri Paperboard Domestik Pastikan Hilirisasi di Industri Hasil Hutan
JAKARTA, Investortrust.id - Dibangunnya industri paperboard di dalam negeri dengan kapasitas terpasang 1,2 juta ton per tahun, akan ikut memasok kebutuhan containerboard dunia yang mencapai 192 juta ton, dengan 49,5% atau 95 juta ton kebutuhan di antaranya berasal dari Asia.
Pembangunan industri paperboard tersebut menggambarkan adanya proses hilirisasi yang digelar di industry berbasis kayu.
Disampaikan Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika pembangunan pabrik paperboard dengan realisasi total nilai investasi sebesar Rp33,4 triliun tersebut diperkirakan akan selesai pada triwulan IV Tahun 2023.
Di luar itu, langkah hilirisasi di industri kayu juga sedang dilakukan lewat investasi di kemasan aseptik yang merupakan produk hilir dari paperboard, dengan nilai investasi sekitar US$ 200 juta atau Rp3 triliun.
Saat ini, industri pulp berbasis kayu telah menghasilkan inovasi hilirisasi produk berupa serat rayon viscose. Kapasitas terpasang industri rayon sebesar 300 ribu ton per tahun dan direncanakan akan diperluas menjadi 600 ribu ton pert tahun.
“Produksi rayon tersebut akan memenuhi kebutuhan bahan baku rayon bagi industri turunannya sebagai substitusi terhadap impor kapas dan juga mendorong multiplier effect yang lebih besar bagi Indonesia,” kata Putu Juli Ardika dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, (1/9/2023).
Kinerja industri hilir berbasis hasil hutan dapat dilihat dari variabel nilai ekspor, serapan tenaga kerja, dan pertumbuhan investasi. Pada tahun 2022, kinerja ekspor industri hilir berbasis hasil hutan mencapai US$15 miliar, dengan impor senilai US$4,68 miliar.
Di sisi ketenagakerjaan, tercatat sebanyak 2,83 juta orang tenaga kerja terlibat di industri berbasis hasil hutan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka tenaga kerja tersebut meningkat jika dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja di industri tersebut tahun 2015 dan 2019, berturut-turut sejumlah 543 ribu dan 2,76 juta orang.
“Selain itu, di sisi investasi juga terjadi peningkatan untuk industri hilir berbasis hasil hutan sejak 2015-2022. Pada tahun 2015, investasi industri hilir berbasis hasil hutan sebesar Rp16,5 Triliun, dan meningkat signifikan menjadi Rp43,97 Triliun pada 2022,” ungkap Putu dilansir laman resmi Kemenperin.
Putu memaparkan, ke depan, pengembangan hilirisasi industri berbasis hasil hutan akan diarahkan pada komoditas yang produksinya memperhatikan kaidah-kaidah kelestarian lingkungan, antara lain bersumber dari bahan baku lestari, penerapan circular economy, berperan dalam penurunan emisi gas rumah kaca, dan memiliki eco-design yang sesuai dengan tren pasar.
“Sejauh ini sebagian besar produk-produk industri hilir berbasis hasil hutan Indonesia telah menerapkan prinsip-prinsip di atas, seiring tingginya environmental awareness dari konsumen negara tujuan ekspor,” pungkas Putu.

