69% Pemanfaatan Gas Bumi untuk Domestik, Hilirisasi Porsi Terbesar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sepanjang semester I 2025, total gas bumi yang termanfaatkan mencapai 5.598 billion british thermal unit per day (BBTUD). Adapun 69% di antaranya dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik.
Dijelaskan Bahlil, kebutuhan domestik ini terbagi menjadi dua, yaitu untuk hilirisasi dan domestik lainnya. Untuk hilirisasi sendiri memegang porsi terbesar, yaitu mencapai 2.110 BBTUD atau 38% dari total pemanfaatan.
“Domestik itu termasuk hilirisasi ya, itu sebesar 69%. Di breakdown seperti ini, hilirisasi 38% ini untuk pupuk, untuk kaca, untuk pabrik, untuk macam-macam,” kata Bahlil dalam konferensi pers capaian kinerja sektor ESDM di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/8/2025).
Selanjutnya, untuk kebutuhan domestik lain seperti untuk bahan bakar gas (BBG), jaringan gas (jargas), ketenagalistrikan, gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG), dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) memakan porsi 31% atau sebesar 1.767 BBTUD.
Sementara itu, untuk 31% sisanya atau sebesar 1.721 BBTUD dialokasikan untuk ekspor. Bahlil pun tidak memungkiri bahwa saat ini pemerintah memang sengaja menahan sebagian ekspor gas bumi, sehingga porsi untuk ekspor tidak terlalu besar.
“Kenapa kita menahan sebagian ekspor? Karena kami ingin menahan neraca komoditas kita. Perintah Bapak Presiden adalah memanfaatkan semaksimal mungkin seluruh produk-produk dalam negeri untuk kebutuhan dalam negeri. Kalau kemudian kita lebih, baru kita ekspor,” jelas dia.
Baca Juga
PGN (PGAS) Bongkar 3 Elemen Penting Pengelolaan Bisnis Gas Bumi Ramah Lingkungan
Kendati demikian, Bahlil tidak memungkiri bahwa ekspor gas bumi ini memang masih perlu untuk dilakukan. Sebab, pemerintah menghargai kontrak milik para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang sudah dibuat sebelumnya.
“Kita harus hargai itu. Karena kalau tidak, itu juga akan tidak memuntungkan persepsi global terhadap negara kita. Nah sampai dengan sekarang, kita masih gas rem,” terang Bahlil.
Meski begitu, Bahlil memastikan bahwa sampai sekarang pasokan gas bumi nasional masih tetap aman. Bahkan, pemerintah belum melakukan impor gas bumi karena segala kebutuhan telah terpenuhi.
“Sampai dengan hari ini belum pernah kita impor gas sampai dengan hari yang saya bicara ini. Jadi kita masih mampu mengelola antara komitmen kita dengan luar negeri, dengan konsumsi dalam negeri,” ucap mantan Menteri Investasi tersebut.
Baca Juga
Gas Bumi "Nyalakan" Indonesia, PGN (PGAS) Ngebut Sambung Pipa dan Perluas LNG

