Pembeli Motor Listrik Subsidi Masih Sepi, Pemerintah Bakal Perbanyak Charging Station
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Rachmat Kaimuddin mengakui kalau hingga saat ini peminat motor listrik subsidi dari pemerintah masih sepi atau sedikit.
Untuk terus meningkatkan jumlah pembelian motor listrik subsidi tersebut, Rachmat menyebutkan bahwa pemerintah akan melakukan sejumlah cara, salah satunya adalah dengan memperbanyak stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) atau charging station.
"Mungkin PR dari kami yang perlu kita lihat juga adalah mengenai baterai swap atau charging station-nya itu kita akan coba review lah, bagaimana caranya bisa lebih banyak lagi swab station dan juga charging station," ucapnya di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Jumat (15/12/2023).
Selain jumlah SPKLU yang masih sedikit, menurut Rachmat, penyaluran 200.000 motor listrik subsidi yang masih kecil tersebut terjadi karena program pemerintah tersebut belum lama berjalan yakni sekitar tiga bulan atau September 2023.
Baca Juga
Jokowi Terbitkan Perpres Atur Insentif Impor Kendaraan Listrik, Simak Isinya
"Jadi tahun depan kita yakin kalau kita lihat rata-ratanya cukup bagus, ke depan kita juga tentunya selain menambah juga mulai dari awal tahun kita player-player ini mulai lebih banyak lagi," terang Rachmat.
"Misalnya yang Indonesia ada, juga Honda juga sudah keluarin, dan lain-lain juga sudah mulai produk-produk, semakin produknya luas, harapan kita bakal lebih baik lagi," tandasnya.
Berdasarkan data yang dilihat di laman Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua (Sisapira), jumlah penyaluran motor listrik subsidi hingga Jumat, (15/12/2023) adalah sebanyak 8.683 unit dan jumlah yang masih dalam proses pendaftaran ada sebanyak 6.172 unit. (CR-9)

