Kemendag Sebut Konflik Laut Merah Picu Kenaikan Biaya Pengiriman Ekspor
JAKARTA, investortrust.id - Serangan yang digencarkan oleh militan Houthi terhadap kapal-kapal yang melintas di Laut Merah dan terusan Suez belum berhenti. Hal tersebut pun berdampak pada pengiriman barang ataupun logistik serta perdagangan global.
Lantas bagaimana dampaknya terhadap perdagangan ekspor di Tanah Air?
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Dalam Negeri (Kemendag), Didi Sumedi menjelaskan bahwa konflik di laut merah tersebut akan berakibat pada kenaikan biaya yang akan diperlukan untuk memastikan mengirimkan barang atau freight cost.
Baca Juga
Kendati Optimistis, Aprindo Waspadai Ancaman Konflik di Laut Merah
Kendati demikian, Didi tidak menyebutkan perkiraan kenaikan biaya untuk pengiriman barang imbas konflik di laut merah tersebut. Ia hanya mengatakan kalau kenaikan harga itu diakibatkan rute perjalanan dari laut merah.
"Kemungkinan ada kenaikan freight cost karena perjalanannya akan memutar (lebih jauh)," ucap Didi kepada Investortrust.id, Selasa (30/1/2024).
Lebih lanjut, anak buah Mendag Zulkifli Hasan alias Zulhas ini pun mengungkapkan kalau tujuan ekspor yang terdampak kenaikan tersebut di antaranya adalah Eropa, Afrika, serta Amerika Serikat.
Baca Juga
Konflik Laut Merah Diprediksi Bikin Rantai Pasokan Terganggu hingga Beberapa Bulan
"Dampak jangka pendeknya untuk tujuan ekspor Eropa, Afrika dan Amerika via Pantai Timur Amerika," tandasnya.
Adapun diketahui, ancaman yang dikeluarkan Houthi itu merupakan bentuk dukungan pada perjuangan Palestina dalam menghadapi agresi Israel di Gaza. Akibatnya, beberapa perusahaan kontainer terbesar dunia membatalkan operasi mereka di kawasan tersebut.
Berdasarkan data yang diperoleh dari MarineTraffic, sebuah layanan penyedia pelacakan kapal dan analisis kelautan, lalu lintas kapal sejak serangan Houthi menurun secara signifikan.

