RUU EBET Diproyeksi Selesai 2024, Komisi VII DPR Singgung Power Wheeling
JAKARTA, Investortrust.id - DPR RI memperpanjang pembahasan Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET) pada rapat paripurna pekan lalu. RUU EBET diproyeksikan selesai pada 2024.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno mengatakan saat ini RUU EBET dalam proses pengajuan rapat kerja antarmenteri untuk disahkan sebagai keputusan tahap pertama.
"Selanjutnya sinkronisasi tahap kedua, sebelum masuk rapat paripurna untuk disahkan. Jadi tahun depan sudah selesai," kata Eddy dalam diskusi publik bertema 'Mengatasi Hambatan Pembiayaan Energi Terbarukan di Indonesia' yang digelar Yayasan Indonesia Cerah secara daring pada Rabu (13/12/2023).
Baca Juga
Gegara Alotnya Isu Power Wheeling dan TKDN, Pembahasan RUU EBET Diperpanjang
Dia kemudian menyinggung salah satu pasal dalam RUU EBET yang membahas soal power wheeling atau pemanfaatan jaringan milik PT PLN oleh swasta. Eddy menjelaskan hal itu merupakan bagian penting dalam upaya menuju transisi ke energi terbarukan.
"Salah satu pasal membahas perlunya implementasi power wheeling, harus disegerakan demi pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Dibutuhkan pihak ketiga yaitu swasta untuk masuk pada unsur teknologi dan finansialnya. Itu salah satu pertimbangannya, karena bagi Indonesia transisi ke energi terbarukan ditunda-tunda lagi. Kebiasaan masa lalu soal batu bara sebagai sumber energi murah harus diubah," ujarnya.
Baca Juga
Menteri ESDM Paparkan Usulan Skema Power Wheeling yang akan Masuk RUU EBET
Eddy pun menegaskan Indonesia memiliki potensi EBT yang sangat besar, bahkan bisa memasok untuk negara lain. Oleh karena itu, transisi energi harus dimanfaatkan agar tidak kalah dengan negara lain seperti Laos dan Vietnam yang juga mengincar ekspor EBT.
Selain itu, dia melihat peluang Indonesia bisa menarik lebih banyak industri manufaktur dengan menerapkan transisi energi ke EBT.
"Banyak industri yang mau masuk tapi mereka sudah menerapkan EBT. Oleh sebab itu rancangan umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL) oleh PLN yang menyediakan 75% bauran EBT perlu segera direalisasikan," ucapnya. CR-14

